Anak Muda Pontianak Rindukan Vibes Kebersamaan Permainan Dulu

  • 20 Nov 2025 07:55 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Permainan tradisional versus game online menjadi topik hangat dalam segmen Toserba (Topik Serba Ada) di RRI Pro2 Pontianak Rabu, (19/11/2025). Bersama penyiar Chrismi dan Dipa, Dzaky dari First Web yang merupakan anak kelahiran tahun 2003 membagikan pandangannya mengenai pergeseran budaya bermain anak-anak.

Dzaky mengenang masa kecilnya di Sambas dan Pontianak yang penuh dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial. Dia menyebutkan berbagai permainan yang ia mainkan saat kecil, mulai dari kejar-kejaran di sungai hingga permainan yang membutuhkan interaksi langsung dengan teman-teman di lingkungan sekitar.

"Yang paling membekas itu bermain di sungai, main kejar-kejaran. Main petak umpet, main guli (kelereng), main gambar, main stik es krim juga pernah dimainkan," kata Dzaky.

Ia menyoroti bahwa di lingkungan tempat tinggalnya sekarang, permainan tradisional hampir punah. Anak-anak zaman sekarang cenderung menghabiskan waktu di dalam rumah dengan gawai mereka.

"Kalau lihat di lingkungan rumah ya, udah gak ada sama sekali. Keluar gang keluar rumah sepinya kayak orang lagi tengah malam gitu, padahal pagi siang sore hari libur gak ada yang keluar semuanya, dalam rumah main HP," ucapnya.

Meskipun mengakui bahwa game online adalah bagian dari perkembangan zaman yang tidak bisa dihentikan, Dzaky merasa ada "sesuatu yang hilang" dari permainan modern, yaitu kebersamaan dan vibes masa kecil.

"Yang pasti tuh vibes nya kita sebagai anak-anak ya, kalau kita bermain kan yang penting ada temannya,kayak tertantang gitu. Walaupun kita masih kecil tapi pasti ada rasa-rasa kayak gitu menantang. Jiwa kompetitifnya muncul gitu," ujarnya.

Dzaky juga membandingkan cara mencari teman dulu dan sekarang. Mencari teman kini lebih mudah hanya dengan "login, chat global, hai yuk mabar", dibanding harus mendatangi rumah teman satu per satu. Namun, momen spontanitas nongkrong tanpa janji yang dirasakan dulu kini hilang.

"Kalo dulu kita kan samperin rumah satu-satu, ke rumah satu-satu terus kumpul semuanya baru kita main. Tapi emang pas waktu-waktu gitulah yang emang seru tapi kita dulu gak sadari kalo itu emang seru gitu," ucapnya.

Untuk mengatasi kebosanan karena sulitnya mencari teman bermain langsung, Dzaky menyarankan anak muda untuk menekuni hobi seperti futsal, badminton, atau olahraga lain. Meskipun, saat ini ia juga mengaku lebih sering bermain game online seperti Mobile Legends dan Magic Chess, namun Dzaky tetap merindukan masa kecilnya.

"Kalau kita lihat dari permainannya lebih seru sekarang. Tapi kalau kita bicara vibes itu dulu udah gak bisa dilawan secara vibes itu. Karena kebersamaan, manggil teman, kumpul di tempat itu, waduh itu memori yang emang sulit dilupakan."

Ia menyimpulkan bahwa game online memberikan keseruan permainan (gameplay) yang lebih baik. Namun, vibes kebersamaan dari permainan tradisional adalah hal yang tak tergantikan.

Baca juga: Dampak Buruk Kecanduan Game Online

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....