Bunyi dan Sungai Menyatu Dalam Habe Fest

  • 24 Mei 2025 14:50 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Memasuki dekade kedua kiprahnya dalam melestarikan seni Kalimantan Barat, Balaan Tumaan Ensemble menghadirkan Habe Fest, sebuah festival seni yang menyuguhkan pertunjukan, lokakarya, forum, dan instalasi bunyi berbasis instrumen tradisional.

Pembukaan Habe Fest ditandai dengan pertunjukan musik tiup oleh para anggota Tanjidor Sumber Rezeki di Sungai Jawi Kota Pontianak, pada Jumat (23/5/2025). Mereka memainkan nada-nada panjang dalam format saling sahut menyahut, menggambarkan semangat kolektif dan komunal.

Menurut Direktur Artistik Habe Fest, Nursalim Yadi, Habe Fest tidak sekadar festival seni, tapi juga menjadi momen refleksi terhadap potensi dan sejarah Sungai di Kota Pontianak.

"Ini bentuknya untuk merayakan sungai sebagai identitas kita dan identitas kota kita. Jadi kayaknya perlu lagi kita melirik sungai ini, Sungai Jawi terutama yang kita tahu sama-sama kondisinya, tapi sebenarnya punya potensi yang luar biasa ya. Apalagi sekarang punya kecenderungan semuanya kembali menghadap ke sungai," kata Yadi.

Habe Fest merupakan festival desentralistis yang digelar secara mandiri, mengandalkan semangat gotong royong dan kolaborasi antara seniman serta masyarakat. Nama “Habe” sendiri berasal dari bahasa Dayak Kayan yang berarti “sahutan”.

Habe Fest menjadi ajakan untuk menyelami ulang identitas lokal, mengenang sejarah, dan menggugah kesadaran bersama akan pentingnya ruang-ruang budaya yang tumbuh dari akar komunitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....