Karya Rajutan Erni Ferdian Pamerkan Budaya Melayu Pontianak

  • 21 Mar 2025 20:21 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Jemari Aisyah adalah jenama yang dibangun oleh Erni Ferdian untuk karya-karya rajutannya. Fokus utamanya adalah rajutan tiga dimensi atau yang lebih dikenal dengan Amigurumi.

Berbagai bentuk rajutan telah dihasilkan, mulai dari boneka dan mobil-mobilan sebagai mainan anak-anak, hingga miniatur yang merepresentasikan alat berat, mobil VW Combi, traktor, serta budaya dan ciri khas daerah tertentu.

Erni Ferdian, perempuan asal Pontianak berdarah Sambas, kini berdomisili di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Wanita lulusan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ini baru-baru ini berhasil lolos kurasi untuk memamerkan karyanya di Uniqlo Living World, Kota Wisata, Cibubur.

Karyanya yang dipajang di sana meliputi miniatur rusa sebagai hewan kebanggaan Bogor, yang dibalut busana tradisional Jawa Barat, serta miniatur boneka laki-laki berpakaian Telok Belanga dengan kain Corak Insang dan ikat kepala Tanjak khas Melayu Pontianak.

Walau berada di tanah perantauan, kecintaan Erni terhadap budaya Melayu Pontianak selalu tumbuh. Ini dibuktikan dengan berbagai karya miniatur yang mencerminkan Pontianak dan Sambas, di antaranya Miniatur Kopi Pancong pada Inacraft 2018, Miniatur Hari Kulminasi (Hari Tanpa Bayangan), Miniatur Boneka Melayu dan Dayak pada Kem Chicks Kemang, Jakarta Selatan, 2023.

Lalu, Miniatur Kapal Bandong yang ditampilkan di Teras Indonesia, IKEA Sentul City, Bogor dan acara talkshow Michael Tjandra Luar Biasa (MTLB) di RTV, Jakarta, 2023.

Miniatur Telok Belanga dengan balutan kain Songket Sambas, dipamerkan dalam kunjungan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) 2024 Sandiaga Uno, juga diperkenalkan kepada Penjabat Bupati Bogor (saat itu) dan Menparekraf.

Serta, Miniatur Boneka Melayu dan Rusa Bogor di Uniqlo Living World, Kota Wisata, Cibubur.

Selain karya rajut, Erni menulis beberapa cerita bernapaskan Melayu Pontianak, di antaranya "Tebu Berenang", "Wahana Wak Wak Ampek", "Bapak dan Ilmu Sondok Lawang", serta "Alif dan Atok Songkok".

Erni pun kembali menegaskan prinsip hidup yang selalu dijunjungnya.

"Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Namun jangan pernah melupakan kampung halaman tanah kelahiran," tutur Erni.

Pesan tersebut menggambarkan komitmen Erni untuk selalu menghormati budaya dan lingkungan tempatnya berada, sambil tetap menjaga hubungan dengan akar dan asal usulnya. Prinsip ini menjadi pegangan hidup yang menginspirasi banyak orang untuk tetap berpegang pada nilai-nilai lokal sambil menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....