Rela Antre sejak Subuh demi Sembako Murah
- 09 Mar 2026 11:31 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Geliat ekonomi yang belum stabil membuat harga kebutuhan pokok di pasaran terus merangkak naik. Namun, bagi sebagian warga, menyerah pada harga bukanlah pilihan. Di Pontianak Utara, ribuan warga rela membelah sunyinya subuh dan melawan dingin demi selisih harga.
Jarinya jam baru menunjukkan pukul 04.00 pagi. Saat sebagian besar penduduk Kota Pontianak masih terlelap, Yuyun, seorang ibu berusia 34 tahun, sudah berdiri tegak di depan gerbang Kantor Camat Pontianak Utara tepat lokasi Operasi Pasar pada Senin , 9 Maret 2026. Bagi Yuyun, datang lebih awal bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan agar tidak pulang dengan tangan hampa.
Alhasil perjuangan itupun membuahkan hasil memuaskan, tepat pukul 08.15 WIB. Yuyun akhirnya mulai beranjak pulang ke rumah setelah mendapatkan paket sembako murah.
"Alhamdulillah dengan adanya pasar murah ini ikut terbantu. Saya antre dari jam 4 subuh. Disini harganya murah-murah, selisih lumayan jauh dengan harga di pasaran," kata Yuyun sambil menjinjing paket sembako yang terdiri dari beras, gula, minyak goreng, telur hingga sayuran.

Yuyun tidak sendiri. Ribuan warga lainnya turut berjejal, bahkan antrean mengular hingga ke jalan gang samping kantor Camat Pontianak Utara, mereka disana memegang kupon dengan harapan besar. Di tengah himpitan ekonomi, selisih harga barang pokok menjadi sangat krusial bagi dapur mereka. Salah satu yang paling diburu adalah telur, komoditas yang harganya kian mencekik di pasar tradisional.
"Kalau telur kan di pasar main 2 ribu per butir. Kalau di sini hanya 1.300 rupiah saja," ucap Yuyun.
Selisih harga telur 700 rupiah per butir mungkin terdengar kecil bagi sebagian orang, namun bagi ibu rumah tangga seperti Yuyun, angka tersebut adalah nafas tambahan untuk memenuhi kebutuhan lainnya, terlebih menjelang hari raya idul fitri yang notabenenya kebutuhan keluarga meningkat. Meski harus berdiri berjam-jam, senyum lega terpancar saat kantong plastik berisi sembako berhasil berpindah ke tangannya.
Namun, satu paket dirasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dalam jangka panjang. Yuyun dan warga lainnya menaruh harapan besar agar pemerintah daerah terus memperpanjang napas program pasar murah ini.
"Ke depannya kalau bisa kasih dua paket. Dan operasi pasar ini diadakan terus," ucap Yuyun sambil melirik kepada warga yang masih antre.
Operasi pasar bukan sekadar seremoni bagi mereka, melainkan tumpuan hidup di tengah fluktuasi harga. Perjuangan Yuyun mengantre sejak subuh adalah potret nyata bahwa bagi rakyat kecil, setiap rupiah sangatlah berharga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.
Amirullah menyebutkan bahwa khusus untuk Kecamatan Pontianak Utara, pemerintah menyediakan sekitar 1.800 paket sembako bersubsidi.
"Alhamdulillah, pantauan kami di lapangan antrean warga sangat tertib. Kami menyediakan sekitar 1.800 paket dan insya Allah jumlah ini mencukupi untuk kebutuhan warga di sini," ujar Amirullah.
Paket yang dijual terdiri dari sembilan bahan pokok (sembako) seperti beras, gula pasir, minyak goreng, hingga telur. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding harga pasar karena adanya subsidi dari skema Corporate Social Responsibility (CSR) mitra pemerintah.
Amirullah mengapresiasi kontribusi berbagai pihak yang terlibat, mulai dari BUMD, BUMN, hingga sektor swasta. Beberapa pihak yang terlibat aktif di antaranya Bank Kalbar, PDAM Tirta Khatulistiwa, Bank Pasar, Alfamart, Indomaret, hingga Tim Penggerak PKK Kota Pontianak.
"Kolaborasi ini tujuannya untuk membantu daya beli warga. Sebagian harga barang disubsidi melalui CSR perusahaan-perusahaan tersebut. Dengan harga yang terkendali, kita berharap muaranya adalah inflasi yang tetap terjaga," ucapnya.
Prioritas bagi Warga Kurang Mampu
Agar bantuan tepat sasaran, Pemkot Pontianak menitikberatkan penyaluran kupon kepada warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya yang berada pada kategori Desil 1 hingga Desil 4. "Kami mengarahkan agar operasi pasar ini benar-benar dirasakan oleh warga yang paling membutuhkan atau yang masuk dalam kategori desil rendah sesuai arahan pemerintah pusat," kata Sekda.
Belanja Bijak dan Jangan Menimbun
Menyikapi fenomena kenaikan harga akibat hukum penawaran dan permintaan (supply and demand) menjelang hari raya, Amirullah meminta masyarakat untuk mengubah perilaku belanja. Ia menekankan agar warga tidak melakukan aksi borong atau menimbun stok barang yang berlebihan.
"Kenaikan harga sering terjadi karena permintaan meningkat drastis sementara suplai tetap. Kami minta masyarakat bijak, belanjalah sesuai kebutuhan normal saja. Jika semua tenang dan tidak menumpuk barang, stok akan selalu tersedia dan harga tetap stabil," katanya.

Kepala Diskumdag Kota Pontianak, Ibrahim, menyatakan bahwa agenda ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri. Dalam operasi pasar kali ini, pemerintah tidak hanya menyediakan komoditas utama, tetapi juga menggandeng puluhan penyedia untuk melengkapi kebutuhan rumah tangga warga.
"Ini adalah operasi pasar kelima yang kami laksanakan di Pontianak Utara. Kami menyediakan 1.800 paket sembako terdiri dari beras, gula, dan minyak goreng. Selain paket utama hasil kerjasama dengan Bulog dan perbankan, ada sekitar 32 penyedia yang bergabung menawarkan aneka kebutuhan sehari-hari," ucap Ibrahim.
Beberapa produk yang tersedia di lokasi antara lain beras, telur, mie instan. Sementara, produk rumah tangga, mulai dari sabun cuci, pewangi pakaian, hingga biskuit. Sedangkan untuk produk lebaran, menyediakan aneka kue kering dan paket parsel.
Kemudian untuk, bahan segar, ada sayuran segar dari kelompok tani lokal di Khatulistiwa dan ikan siap goreng.
Distribusi Berdasarkan Kepadatan Penduduk
Ibrahim menjelaskan bahwa penentuan jumlah paket di setiap kecamatan disesuaikan dengan jumlah penduduk. Wilayah Pontianak Utara dan Pontianak Timur mendapatkan alokasi terbanyak.
"Untuk di Pontianak Utara dan Timur masing-masing 1.800 paket, karena penduduknya memang paling banyak. Sementara di wilayah lain seperti Pontianak Tenggara kemarin sekitar 980 paket dan Pontianak Kota sekitar 1.400 paket," ungkapnya merinci sebaran bantuan.
Pada operasi pasar ini paket sembako subsidi dengan harga Rp85 ribu terdiri dari beras premium 5 kg, gula premium 1kg dan minyak goreng premium 1 liter. Kemudian untuk harga telur per pack isi 10 butir Rp13 ribu.
Dalam operasi pasar kali ini, warga dibatasi untuk membeli, satu orang hanya satu paket yang diperuntukkan untuk warga kurang mampu dengan syarat membawa KTP dan tas atau kantong belanja serta uang pas.
Camat Pontianak Utara, Indrawan Tauhid, menyatakan bahwa informasi terkait operasi pasar ini telah disosialisasikan jauh-jauh hari melalui pihak kelurahan hingga RT dan RW bahkan melalui grup WhatsApp RT/RW serta media sosial. Hal ini dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan informasi yang merata.
Dalam pelaksanaannya, warga diwajibkan membawa KTP asli beserta fotokopi sebagai syarat administrasi. Selain itu, warga juga membawa kantong belanja mandiri guna mengurangi penggunaan plastik.
"Operasi pasar kali ini dalam rangka menyambut Idulfitri. Kami telah menginformasikan jauh-jauh hari kepada seluruh warga melalui lurah-lurah, baik lewat grup WhatsApp RT/RW maupun media sosial tentang mekanisme pelaksanaannya," kata Indrawan.
Camat Pontianak Utara juga sudah menyampaikan kepada warga untuk membawa uang tunai sesuai nilai paket yang dijual. "Alhamdulillah, sampai hari ini antrean warga masih sangat ramai, ini memang momen yang sangat dinantikan warga Pontianak Utara," kata Indrawan.
Meski antrean mengular, pelaksanaan operasi pasar berjalan dengan tertib. Diharapkan kegiatan ini dapat menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Pontianak Utara hingga hari raya tiba.
Baca juga: Sambut Idulfitri, Warga Pontianak Utara Serbu Pasar Murah