UMKM Manfaatkan QRIS BRI Solusi Transaksi Digital

  • 13 Okt 2025 09:25 WIB
  •  Pontianak

"Tidak lagi menggunakan uang cash atau tunai. Saatnya bertransformasi manfaatkan teknologi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai solusi pembayaran digital. Selain lebih mudah dan efisien, transaksi digital juga dapat mencegah peredaran uang palsu".

KBRN, Pontianak: Siang itu, Senin 22 September 2025 sekira pukul 14.00 WIB,  di sudut kota terdengar suara riuh dagang di tempat otentik menggambarkan betapa masih populernya kopi legendaris Pontianak yakni Aming Coffee. 

Bukan hanya tentang dunia usaha atau bersantai semata, berkumpulnya warga, baik kalangan anak muda hingga tua dari berbagai latar belakang menunjukkan keharmonisan di Kota Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Barat yang hidup berdampingan antarumat beragama.

Hadir sejak setengah abad pada tahun 1970, Aming Coffee menjadi produsen dan pendistribusi bubuk kopi lokal di Kalimantan Barat. Kemudian, resmi membuka outlet pertama sebagai warung kopi pada tahun 2002 di Jalan H. Abbas, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. 

Dengan menjaga ciri khas kopi lokal dan menu cemilan maupun makanan nusantara lainnya. Dalam penyajian kopinya, Aming Coffee juga masih menggunakan alat tradisional sebagai simbol menjaga kearifan lokal penikmat kopi zaman itu.

Selain hadir memberikan konsep yang mampu nostalgia dengan keotentikannya, kopi legendaris ini juga berupaya mengimbangi dengan perkembangan zaman dengan menghadirkan konsep modern. Salah satunya ialah, penerapan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai solusi pembayaran digital yang cukup populer di Indonesia dalam memudahkan transaksi digital. Penerapan layanan digital ini menjadi bagian upaya pelaku UMKM ikut bertransformasi menjawab tantangan zaman.

Terlihat, sebagian pengunjung dengan santai memindai kode QR untuk melakukan pembayaran, menunjukkan bagaimana teknologi ini mempermudah dan meningkatkan efisiensi serta kecepatan dalam transaksi.

Pengunjung bersantai di Aming Coffee Jalan H Abbas Pontianak. (Foto: RRI/Muhammad Rokib)

Kehadiran transaksi digital memberikan pengalaman berbelanja yang lebih modern dan nyaman bagi masyarakat. Transaksi yang lebih cepat dan tanpa kontak langsung membuat lebih aman dan nyaman.

Sebagaimana diketahui, layanan transaksi digital yang diterapkan di Indonesia saat ini telah merambah ke berbagai sektor, terutama di sektor usaha yang sangat berdampak langsung terhadap penggunanya.

Di antara banyaknya layanan QRIS dari perbankan ialah QRIS BRI yang kini merambah ke berbagai sektor di Indonesia. Termasuk tempat usaha Aming Coffee yang sudah menerapkan QRIS BRI sejak dua tahun lalu.

Owner Aming Coffee, Gunawan (42) menyebut, penerapan QRIS BRI sudah di semua outlet, tercatat ada sekitar 35 outlet Aming Coffee di seluruh Indonesia, mulai dari Kalimantan Barat, Jakarta hingga ke pulau Jawa. "Semua di gerai Aming coffee, kami sediakan layanan QRIS. Ada sekitar 35 outlet," ujarnya.

Gunawan menerangkan, alasan penerapan QRIS BRI ini untuk mempermudah layanan transaksi para pengunjung cafe yang datang. Selain itu, penerapan QRIS juga mampu mengifesienkan waktu hingga tenaga kerja, baik dalam perekapan hingga pelaporan keuangan usaha. 

"Kemudahannya, kami bisa meminimalkan uang cash, enggak perlu cari-cari uang kembalian. Jadi kami enggak perlu ribet-ribet lagi," kata Gunawan.

Selain membantu dalam pelayanan, penerapan transaksi digital menurut Gunawan juga membantu terhadap peningkatan usaha warung kopi. "Dengan layanan transaksi QRIS ini kurang lebih ada (peningkatan) sekian persen meningkat 5 sampai 10 persen," ujarnya.

Gunawan melaporkan, bahwa kehadiran transaksi digital ini disambut baik oleh para pelanggan. Karena dengan QRIS, pelanggan dapat melakukan pembayaran menggunakan gadget pada aplikasi seperti aplikasi BRImo, sehingga membuatnya lebih praktis dan efisien. Selain itu, dalam penerapan QRIS laporan pencatatan keuangan pelaku usaha semakin mudah, karena riwayat transaksi tercatat dalam aplikasi.

"Maka rencana kedepan untuk transaksi, kami lebih menekankan non cas untuk meminimalkan peredaran uang cash begitu juga antisipasi uang palsu, maka kami agak berhati-hati," ucapnya.

Scan barcode QRIS BRI di Aming Coffee Jalan H Abbas Pontianak. (Foto: RRI/Muhammad Rokib)

Mencegah Peredaran Uang Palsu 

Penerapan transaksi digital ini memang sudah menjadi pilihan banyak pihak, termasuk kalangan generasi muda, baik milenial ataupun gen z. Satu diantara pengguna layanan transaksi QRIS BRI yaitu Eka Fitri (27). Ia mengaku sangat terbantu dengan hadirnya transaksi digital, karena lebih mudah melakukan pembayaran tanpa harus menyiapkan uang tunai. 

Eka menerapkan QRIS BRI dari aplikasi BRImo sudah sejak masa kuliah atau tiga tahun lalu. Tidak hanya dirinya, Eka Putri menyebut, bahwa orang tua dan keluarga di rumahnya juga menggunakan QRIS BRI.

"Kemudahan dari QRIS lebih cepat dan terjamin nominalnya dan juga kalau misalnya mau memberikan kembalian Engak perlu keluar uang receh," ujarnya sembari menunjukkan tampilan QRIS.

Eka Putri menambahkan, selain lebih mudah dan efisien. Penerapan transaksi digital juga sebagai keamanan dalam mencegah terjadinya peredaran uang palsu.

Terlebih Eka Putri mengakui, kekhawatirannya setelah beberapa bulan terkahir jajaran Polresta Pontianak telah mengamankan beberapa pelaku peredaran uang palsu.

"Untuk manfaatnya dalam menggunakan QRIS ini, pastinya sangat membantu, apalagi mengurangi peredaran uang palsu lebih aman dan lebih efisien," kata Eka.

Warga menunjukkan tampilan aplikasi BRImo yang digunakan untuk transaksi digital salah satunya QRIS BRI. (Foto: RRI/Muhammad Rokib)

Lebih 16 Ribu User di Pontianak 

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BRI Pontianak, Ardika Prasetyo mengungkapkan, hingga saat ini sudah lebih dari 16 ribu titik user yang dimiliki BRI Pontianak. Dari angka ini, penerapan QRIS BRI paling banyak digunakan pada sektor pelaku usaha makanan dan minuman seperti warung kopi, cafe dan restoran serta di perdagangan lainnya.

Ardika Prasetyo menerangkan, bahwa angka ini terus bertambah dari waktu ke waktu. Jika dilihat dari presentasenya pertumbuhan layanan QRIS BRI setiap tahunnya meningkat 5 sampai 10 persen.

"Kami punya lebih dari 16 ribu titik Merchant user. Yang paling banyak di F&B dan perdagangan. Itu transaksinya semakin meningkat apalagi sekarang zamannya anak muda dan disini kan budaya nongkrong, jadi Merchant F&B masih menjadi topnya," ujarnya.

Peningkatan ini juga dipengaruhi faktor kemudahan penerapan layanan QRIS bagi para pelaku UMKM. Dimana setiap pelaku usaha yang ingin menerapkan QRIS BRI, syaratnya hanya cukup memiliki rekening Bank BRI bisa mendaftar secara gratis dan akan di proses hanya satu hari.

"Keunggulan dan kemudahan layanan keuangan QRIS. Untuk UMKM dengan menggunakan layanan digital BRI yaitu QRIS BRI yang pertama tidak perlu menyediakan uang receh lagi atau uang cash dan UMKM tidak perlu bingung mencari uang kembalian," kata Ardika.

Kepala Kantor Cabang BRI Pontianak, Ardika Prasetyo. (Foto: RRI/Muhammad Rokib)

Dalam penerapan layanan QRIS ini, juga bisa melihat secara langsung laporan dan rincian transaksi melalui tools atau aplikasi QRIS.

"BRI punya aplikasi atau tools QRIS BRI, disitu bisa langsung melihat transaksi yang terjadi dan ada laporan resume transaksi serta rincian transaksi juga ada, sehingga jelas," katanya 

Penerapan layanan QRIS ini hanya membutuhkan perangkat gadget, baik android maupun iPhone yang bisa digunakan beberapa user. 

"Kemudian keuntungan dan kemudahan bagi masyarakat ialah tidak perlu bawa uang cash, tidak perlu repot-repot bawa uang receh untuk kembalian, karena kalau pakai QRIS langsung terdeteksi," kata Ardika.

Ke depan, BRI terus berupaya untuk terus memperluas ke berbagai sektor, mulai dari sektor usaha warung kopi, cafe, restoran atau rumah makan, perdagangan dan perguruan tinggi atau kampus. Kehadiran layanan transaksi digital ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan maupun pelaku usaha untuk membantu pertumbuhan ekonomi.

Transaksi Digital Tingkatkan Inklusi Keuangan 

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak, Muhammad Fahmi menilai, penerapan transaksi digital saat ini ikut membantu dalam meningkatkan literasi keuangan. 

Terlebih menurut Fahmi, hasil riset akhir April 2025 sekitar 98,7 persen pengguna internet diakses menggunakan handphone. Peluang inilah menurut Fahmi yang memang harus mampu ditangkap oleh pemerintah, perbankan maupun pengusaha.

"Tentu ini sangat memberikan ruang yang luas dan literasi keuangan bisa tercapai. Ketika pelaku usaha UMKM ini bertransaksi tidak harus lagi menggunakan tunai, karena memang kalau kita ketahui banyak hal yang berkaitan dengan penggunaan internet ini menggunakan HP dan untuk transaksi digital itu manfaatnya banyak sekali," kata Fahmi. 

Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak Muhammad Fahmi. 

Fahmi menambahkan, penerapan transaksi digital seperti QRIS, tidak hanya mempermudah proses pembayaran, tetapi juga menjadi bagian meningkatkan inklusi keuangan. Ia menilai, penerapan transaksi digital ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk pemerataan akses jaringan internet melalui wifi gratis hingga pelosok desa.

"Ke depan saya lihat teknologi semakin canggih sampai menggunakan satelit yang nantinya bisa tercover sinyal. Ini tentu juga memudahkan daerah, baik perkotaan maupun pedesaan terlayani dengan digital," ucap Fahmi.

Dengan menerapkan transaksi digital melalui QRIS, rekap laporan keuangan para pengusaha juga terbantu, karena riwayat transaksi masih terbaca dalam aplikasi. Sehingga mempermudah dalam manajemen keuangan dan administrasi dunia usaha.

"Pastinya kemudahan transaksi digital peningkatan efisiensi, juga memudahkan pencatatan laporan keuangan secara otomatis  dan transparan kemudahan. Kemudian akses ke pasar digital lebih luas, karena menjangkau lebih banyak pelanggan," kata Fahmi. (oki)


Baca juga: Pemkot Genjot Digitalisasi Pajak dan Retribusi Lewat QRIS 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....