Maulid di Pontianak, Jemaah Tak Surut Diguyur Hujan
- 06 Okt 2025 21:29 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Di bawah langit Pasar Flamboyan, Jalan Gajah Mada, Pontianak, sebuah malam penuh keberkahan terukir, Minggu (5/10/2025). Ribuan jemaah dari berbagai penjuru membanjiri lokasi acara untuk menghadiri Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar ke-114.
Perhelatan akbar ini turut memperingati Hari Jadi Kota Pontianak ke-254 dan HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80. Acara keagamaan yang mengusung tema “Indonesia Damai” ini berlangsung meriah dan khidmat dengan menghadirkan penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS).
Sejak sore, panitia telah sibuk mengamankan dan mengatur barisan jemaah agar tertib dan khidmat. Kaum pria duduk di sisi kiri panggung, sedangkan jemaah wanita di sisi kanan, sementara akses jalan tetap dijaga agar tidak terhalang. Imbauan terus disampaikan, agar acara berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Acara dibuka dengan tawasul, dilanjutkan dengan bacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama. Seluruh jemaah larut dalam lantunan selawat, doa untuk para habaib, ulama, serta pemimpin bangsa.
"Semoga Kalimantan Barat selalu damai, penuh toleransi, dan masyarakatnya saling menghormati," demikian doa penutup yang dipimpin, diaminkan ribuan umat.
Puncak acara semakin meriah saat UAS naik ke panggung memberikan tausiyah. Tak lama setelah ia membuka nasihatnya, rintik hujan mulai turun.

Jemaah tetap berada di halaman meski diguyur hujan, ada beberapa yang menggunakan tikar sebagai penutup kepala, ada juga sebagian yang berhujan. (Foto: RRI/Muhammad Rokib)
Dalam hitungan menit, rintik berubah menjadi guyuran deras yang membasahi tenda dan tanah. Namun, seolah tak peduli pada dingin, jemaah tetap tak beranjak. Justru di tengah kondisi yang basah kuyup ini, UAS menyampaikan pesan intinya.
Dia menjadikan keteguhan jemaah sebagai cerminan toleransi dalam hidup antarumat beragama di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Menurutnya, meski di tengah kehidupan yang semakin kompleks, masih bisa ditemukan contoh-contoh indah toleransi dan gotong-royong.
"Jangan ajarkan orang Pontianak tentang toleransi, mereka sudah hidup bertetangga, berjiran satu lingkungan bertahun-tahun. Buktinya mana? Malam ini yang ada di sekitar kita ini, apakah semuanya muslim?" tanya UAS. "Tidak," jawab para jemaah serentak.

Ustaz Abdul Somad menyapa jemaah saat hendak naik panggung pada acara Maulid Akbar dan Haul Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar ke-114 di Jalan Gajah Mada Pontianak, Minggu (5/10/2025) malam. (Foto: RRI/Muhammad Rokib)
Hujan terus mengguyur. Jemaah tetap duduk di tempatnya. Sebagian membuka payung, sebagian menutup kepala dengan sajadah, dan banyak pula yang membiarkan tubuh mereka basah kuyup.
Uap tipis mengepul dari pakaian yang basah, sementara tatapan mata mereka tetap tertuju pada panggung. Keteguhan itu diiringi semangat selawat dan perhatian pada tausiyah yang kian menguat. Mereka meyakini, hujan adalah rahmat yang menyertai majelis suci itu.
“Alhamdulillah, acara berjalan sukses. Walaupun hujan sampai akhir acara, tapi jemaah tetap bertahan dengan senang hati. Inilah bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Syarif Fuad Alwi Al Muthahar, yang hadir bersama istrinya, Syarifah Bena, selaku perwakilan keluarga besar sekaligus panitia penyelenggara.
Acara ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Pontianak. Wali Kota beserta jajaran instansi seperti Dinas Kebersihan, Dinas PU, Dinas Perhubungan, hingga aparat kepolisian dan TNI ikut bersatu menyukseskan jalannya acara.
“Kami semua berkolaborasi dengan baik. Jajaran kepolisian [Kapolda dan Kapolresta] hingga TNI [Pangdam dan jajaran] bersatu untuk menyukseskan acara kebersamaan ini,” kata Syarif Fuad.
Momen kebersamaan lintas iman juga terasa. Warga non-Muslim di sekitar Jalan Gajah Mada ikut berperan dengan menyediakan tempat, minuman, hingga makanan untuk jemaah.
“Pontianak ini kota multietnis, multiagama. Kita bersyukur semua saling merangkul dalam kebaikan,” ujar salah satu panitia.
Bagi jemaah, hadir di acara ini adalah wujud cinta pada Nabi Muhammad SAW. Seperti yang disampaikan Dina Sista, warga Jalan Cipto, Pontianak.
“Saya datang karena ingin merayakan Maulid Rasulullah SAW dan haul Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar. Saya berharap anak-anak saya menjadi anak saleh dan salihah. Dari acara ini saya belajar sabar dalam kondisi apapun, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW,” tuturnya dengan haru.
Guyuran deras itu menjadi saksi bisu hingga acara benar-benar selesai. Dengan pakaian basah kuyup, ribuan jemaah tetap bertahan di tempat dengan semangat yang tak padam. Doa, selawat, dan tausiyah terus mengalir tanpa terganggu derasnya hujan.
Malam itu ditutup dengan suasana yang tak terlupakan. Ribuan orang larut dalam cinta Rasulullah SAW, di bawah guyuran hujan yang tak kunjung reda. Sebuah malam penuh keberkahan, yang akan selalu dikenang oleh masyarakat Pontianak sebagai bukti cinta, kebersamaan, dan doa yang menyatukan.
Penulis: Mita Tantri Devi/Mahasiswi PKL IAIN Pontianak
Baca juga: Ustadz Abdul Shomad: Cerminan Toleransi Ada di Pontianak
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....