Lokan, Permainan Bubu Khas Sandai Ketapang

  • 26 Agt 2025 12:53 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Sandai satu dari kecamatan yang ada di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Di masa lalu daerah ini pernah berdiri kerajaan yang erat hubungannya dengan Kerajaan Matan Tanjungpura.

Sebagian masyarakatnya hidup di tepian sungai yang masih kuat memegang adat dan tradisi. Termasuk tradisi permainan bubu.

Menurut, Gusti Kamboja selaku tokoh masyarakat yang juga Raja Matan Tanjungpura, jika tradisi permainan bubu lahir dari suatu kebiasaan masyarakat setempat dalam mencari ikan menggunakan alat tangkap berupa bubu.

“Apabila hasil tangkapan ikan masyarakat melimpah biasanya masyarakat nelayan setempat menggelar acara yakni permainan bubu dan uniknya pada saat pemasangan bubu disertai dengan syair-syair yang intinya do’a,” ucapnya.

Tradisi permainan bubu ini tidak hanya sekadar permainan sebagai hiburan saja. Namun, lebih dari itu, bagi masyarakat setempat permainan bubu merupakan suatu bentuk ataupun cara mereka berkomunikasi kepada sang Maha Pencipta atas segala bentuk hasil dari panen saat menangkap ikan. Sehingga di dalam permainan bubu itu ada ritul ritual khusus yang tidak boleh dilanggar atau diabaikan masyarakat.

“Permainan bubu itu tidak hanya sekadar permainan untuk hiburan tapi lebih dari pada itu sebagai ungkapan rasa sukur terhadap sang Maha Pencipta, oleh karnanya dalam permainan bubu itu tidak boleh dilakukan dengan sembarangan,” tegas Gusti Kamboja.

Sementara itu, Sajidan selaku pawang permainan bubu menjelaskan ada beberapa proses sebelum permainan bubu dilakukan yakni proses pembuatan bubu itu sendiri dari pemilihan bahan yakni rotan hutan yang harus benar-benar bagus dan pohon rotan tersebut pernah menjadi tempat bersarangnya tupai atau semut. Bahan-bahan yang dikumpulkan kemudian dirangkai menjadi bubu menggunakan seutas tali yang terbuat dari batang bemban.

“Syarat awalnya kalau kita mau pergi ke hutan mencari rotan itu kita harus puasa dan bahan berupa rotan itu harus disarangi semut atau tupai kalau tidak ada dua hal itu tidak bisa digunakan untuk membuat lokam,” katanya.

Selanjutnya, bubu yang sudah terbentuk itu disatukan dengan rangkaian bahan lainnya hinga menyerupai boneka wanita lengkap dengan aksesorisnya. Sekilas terlihat aneh, bubu penangkap ikan dibentuk menjadi boneka untuk sebuah pertunjukan permainan. Dari tampilan wajah boneka juga tidak biasa, dari sorot matanya saja memancarkan sesuatu yang gaib membuat merinding saat menatapnya.

“Rotan itu sebenarnya hanya untuk perakit bubu yang kemudian kita bentuk menjadi boneka yang kita namai lokan,” ungkap Sajidan, pawang permainan bubu.

Pertunjukan permainan bubu yang hanya dimainkan setahun sekali di kota Sandai. Sajidan, selaku pawang membacakan mantra-mantra khusus untuk memanggil roh-roh dari alam gaib agar datang dan masuk ke bubu berbetuk boneka yang dibuatnya. Bibirnya terus komat kamit membacakan mantra sambil sesekali melihat ke langit, sementara boneka bubu dipegang sejumlah orang dan tiba-tiba saja bubu itu bergerak dengan sendirinya, menari mengikuti irama musik yang dimainkan.

Permainan bubu yang ada di kota Sandai merupakan satu di antara permainan rakyat yang masih ada saat ini. Kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang sebagai warisan nenek moyang itu patut untuk dijaga dengan cara melestarikannya. Sayangnya, pawang seperti Sajidan sebagai pewaris permainan bubu semakin berkurang. Karena tidak semua orang bisa menjadi pawang permainan bubu itu.

Penulis: Jusrianto

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....