Omzet Meningkat, Pelaku Usaha Konveksi Banjir Orderan

  • 19 Mar 2025 12:49 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Muna (53), seorang pengusaha konveksi di Pontianak, Kalimantan Barat meraih kesuksesan melalui ketekunan dan kerja keras. Berawal dari satu mesin jahit sederhana hasil penjualan sepeda suaminya di tahun 1996, kini Muna kebanjiran order pakaian Lebaran hingga harus menutup pemesanan sejak tiga bulan lalu.

Muna sudah lebih 20 tahun menggeluti usaha konveksi atau sebagai penjahit sejak tahun 1996. Kala itu, ia memulai usahanya dengan satu mesin jahit jadul yang dibeli hasil penjualan sepeda milik suaminya seharga Rp600 an ribu.

Muna pun terus menekuni usaha jahit, hingga ia kursus jahit di salah satu tempat kursus di Jalan Nusa Indah Pontianak. Pada saat kursus ia mempelajari semua dasar menjahit hingga akhirnya berhasil menerima order pembuatan baju dari warga sekitar rumahnya di Jalan Gusti Situt Mahmud Gang Remis 2 Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara.

“Ini kan rencana suami, kamu kursus jahit jak biar bisa bantu-bantu ketika saya enggak kerja, karena suami saya kan kerja enggak nentu, karena ikut proyek,” kata Muna saat ditemui di rumahnya, Senin (17/3/2025).

Usaha konveksi ini pun terus ia geluti, meski harus menghadapi beberapa tantangan terutama, dari sisi permodalan. Namun, tidak menyuruti semangat untuk terus mengembangkan usahanya.

Berbagai cara ia lakukan, hingga akhirnya ia mendapat bantuan pinjaman permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI sejak sekitar tahun 2016, mulai dari pinjaman Rp5 juga hingga kini bisa Rp30 juta. Dari situlah, usaha konveksi Muna mulai berkembang hingga mampu menerima puluhan orderan setiap bulannya.

Angka ini pun meningkat dibanding dengan tahun tahun sebelumnya yang hanya menerima di bawah sepuluh orderan setiap bulan. “Dalam setiap pembuatan pakaian, untuk tarifnya bervariasi, mulai dari Rp150 ribu bahkan ada yang hingga Rp500 ribu tergantung dengan model bajunya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, melalui dana KUR yang diberikan BRI, Muna juga mampu menambah alat jahit hingga menjadi enam unit dari sebelumnya hanya memiliki satu unit mesin jahit jadul.

“Pinjaman dana KUR dari Bank BRI ini sangat membantu, usaha saya bisa bisa meningkat dan saya bisa beli mesin mesin jahit dan mesin obras, bahkan beli mesin suci. Sekarang saya punya mesin jadul dua, mesin kancing satu, mesin obras satu dan mesin besar satu. Jadi, total ada enam mesin dengan yang lama,” ucapnya.

Muna mengungkapkan, pada tiga tahun terakhir ini, ia menerima banyak orderan, mulai dari pembuatan seragam sekolah, baju couple pengantin hingga yang terbaru ialah baju Lebaran. Muna mengaku sudah menerima lebih dari 30 orderan pembuatan baju Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah/2025 Masehi. Ia pun terpaksa harus close order sejak tiga bulan lalu, karena khawatir tidak selesai jika masih membuka orderan, mengingat selama ini Muna masih mengerjakan sendiri.

“Kadang dua atau tiga bulan sebelum Lebaran sudah enggak nerima orderan lagi. Kalau ini sejak bulan November 2024 kemarin saya sudah off enggak nerima orderan lagi,” kata Muna.

Semakin berkembangnya teknologi informasi, semakin besar juga tantangan bagi Muna. Satu diantaranya ialah pembuatan baju model kekinian atau modern yang mengambil referensi dari media sosial. Untuk menjawab permintaan konsumen ini, Muna pun tidak kehabisan akal, ia juga memanfaatkan media sosial untuk belajar cara membuat baju kekinian seperti melalui YouTube dan lainnya.

Ia berharap dengan ketekunannya dalam menjalankan usahanya bisa terus berkembang, bahkan ia bercita-cita untuk membuka usaha konveksi berskala besar, memiliki gedung dan mampu menyerap tenaga kerja, terutama dari kalangan keluarga terdekat sehingga bisa meneruskan usahanya.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....