Dapur Nenek, Kisah Perantauan dan Keberanian Memulai Usaha di Usia 59 Tahun

  • 31 Agt 2026 23:29 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Memulai usaha tidak selalu mengenal batas usia. Hal tersebut dibuktikan oleh pemilik Dapur Nenek, UMKM yang bergerak di bidang kuliner dan menghadirkan makanan khas Sunda di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Dapur Nenek menjadi salah satu usaha kuliner yang lahir dari pengalaman perantauan sekaligus keinginan untuk terus produktif. Sang owner yang berasal dari Jawa Barat merantau ke Kalimantan Barat dan membawa cita rasa kuliner khas daerah asalnya untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

Usaha Dapur Nenek pertama kali berdiri pada 2023 di Kabupaten Sintang. Setelah menjalankan usaha di Sintang, pada 2026 Dapur Nenek melanjutkan kiprahnya di Kota Pontianak dengan tetap mempertahankan konsep usaha catering khas Sunda. Salah satu keunikan yang menjadi ciri khas Dapur Nenek adalah penyajian nasi yang dibungkus menggunakan daun. Konsep sederhana tersebut memberikan identitas tersendiri bagi produk yang ditawarkan sekaligus menghadirkan kesan tradisional yang semakin jarang ditemukan dalam penyajian makanan sehari-hari.

Bagi Dapur Nenek, kuliner bukan hanya mengenai rasa, tetapi juga tentang bagaimana sebuah makanan dapat membawa cerita dan identitas budaya dari daerah asal ke tempat yang baru. Menariknya, perjalanan membangun usaha tersebut dimulai ketika sang owner telah berusia 59 tahun. Usia yang bagi sebagian orang mungkin dianggap sudah tidak lagi ideal untuk memulai usaha, justru menjadi titik awal bagi dirinya untuk mencoba peluang baru dan mengembangkan kemampuan di bidang kuliner.

Keberanian tersebut menunjukkan bahwa semangat berwirausaha tidak harus dibatasi oleh usia. Selama masih memiliki kemauan untuk belajar, beradaptasi dan bekerja keras, peluang untuk memulai usaha tetap terbuka.

Perjalanan Dapur Nenek dari Sintang menuju Pontianak juga menjadi gambaran bagaimana pelaku UMKM dapat beradaptasi dengan lingkungan dan pasar baru. Perpindahan wilayah usaha tidak serta-merta membuat identitas produk ditinggalkan. Sebaliknya, karakter khas makanan Sunda tetap dipertahankan sebagai bagian dari daya tarik usaha.

Dapur Nenek juga membawa pesan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Memulai usaha tidak harus menunggu memiliki modal besar atau menunggu waktu yang dianggap sempurna. Keberanian untuk memulai, konsistensi dalam menjalankan usaha, serta kemauan untuk melihat peluang menjadi modal penting dalam membangun sebuah usaha.

Kisah Dapur Nenek diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak muda untuk tidak takut mencoba dunia kewirausahaan. UMKM dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana, termasuk dari keterampilan yang sudah dimiliki dan potensi yang ada di sekitar.

Dapur Nenek membuktikan bahwa usia bukan alasan untuk berhenti menciptakan peluang. Dari tanah perantauan, cita rasa Sunda terus dibawa, dikembangkan dan diperkenalkan melalui sebuah usaha catering yang tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga menyimpan cerita tentang keberanian, kemandirian dan semangat untuk terus berkarya.

Di tengah pertumbuhan UMKM yang semakin berkembang, kisah seperti Dapur Nenek menjadi pengingat bahwa sebuah usaha besar dapat berawal dari keberanian sederhana untuk mencoba. Semangat tersebut diharapkan dapat menular kepada generasi muda agar semakin berani mengambil peluang, menciptakan lapangan usaha dan membangun kemandirian ekonomi melalui UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....