UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Literasi Bisnis Jadi Kunci

  • 01 Agt 2026 13:16 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai tetap menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Namun peningkatan kualitas usaha menjadi tantangan terbesar saat ini.

UMKM dinilai masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Di tengah besarnya kontribusi sektor ini, peningkatan kualitas pengelolaan usaha dinilai menjadi kunci agar UMKM mampu naik kelas dan semakin berdaya saing.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Ibnu Aswat, mengatakan keberadaan UMKM terbukti mampu menopang perekonomian nasional, termasuk saat pandemi Covid-19 ketika banyak perusahaan besar mengalami tekanan.

"Dengan adanya UMKM ini, perekonomian kita di Indonesia sangat-sangat terbantu. Masyarakat tidak hanya bergantung pada pekerjaan sebagai karyawan, tetapi juga bisa memperoleh penghasilan melalui usahanya sendiri," ujar Ibnu di Pontianak, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Menurutnya, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha mengelola bisnis secara profesional. Salah satu langkah mendasar adalah memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha.

"Ketika kita mengelola bisnis, kita harus dapat memisahkan mana uang pribadi dan mana uang perusahaan supaya tidak ada kebingungan dalam mengelola keuangan tersebut," ujarnya.

Ibnu menambahkan, setelah pengelolaan keuangan berjalan baik, pelaku usaha perlu memiliki perencanaan atau roadmap bisnis agar usaha terus berkembang dan tidak berhenti di satu tahap.

"Yang diinginkan pemerintah adalah UMKM yang naik kelas. Tidak hanya mencari keuntungan, tetapi bagaimana usahanya terus berkembang dan memiliki kualitas yang lebih baik," katanya.

Ia mengungkapkan, dari berbagai pelatihan dan literasi yang diberikan kepada pelaku UMKM di Pontianak, pemahaman mengenai pentingnya tata kelola usaha mulai meningkat. Hal itu terlihat dari semakin banyak pelaku usaha yang memiliki target pengembangan bisnis dalam jangka panjang.

Sementara itu, Konsultan Bisnis M. Rizal Edwin menilai Indonesia tidak kekurangan jumlah UMKM. Tantangan terbesar justru terletak pada peningkatan kualitas pelaku usaha agar mampu bertahan dalam persaingan.

"Kita itu tidak kekurangan UMKM. Yang perlu kita tingkatkan adalah kualitasnya. Solusinya bagaimana kita terus mengedukasi UMKM agar memiliki produk yang berkualitas dan mampu berkembang," ujar Rizal.

Menurutnya, modal bukanlah faktor utama dalam membangun usaha. Yang lebih penting adalah pola pikir atau mindset seorang wirausaha.

"Dasar yang paling utama itu adalah mindset, bukan modal. Kalau pelaku usaha memiliki mindset bisnis, saat untung dia akan mengembangkan usahanya, dan saat rugi dia akan mencari solusi untuk memperbaiki bisnisnya," ucapnya.

Rizal menambahkan, pelaku UMKM juga harus terus berinovasi mengikuti kebutuhan pasar, mulai dari kualitas produk, kemasan hingga strategi pemasaran. Dengan fondasi usaha yang kuat dan kemampuan beradaptasi, UMKM diyakini akan mampu naik kelas sekaligus memperkuat perekonomian daerah maupun nasional.

Baca juga: Gerakan Pangan Murah Ketapang Jaga Harga dan Pasokan Pangan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....