UMKM Kalbar Melonjak, Tantangan Kualitas Masih Membayangi

  • 31 Jul 2026 15:01 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025. Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat mencatat sebanyak 338.258 pelaku UMKM hingga Desember 2025, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 164.364 pelaku usaha. Peningkatan tersebut dinilai tidak hanya dipengaruhi pertumbuhan usaha, tetapi juga semakin baiknya sistem pendataan.

Pejabat Fungsional dan Pengawas Senior Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat, Resmiguno, mengatakan hampir seluruh pelaku usaha tersebut masih didominasi usaha mikro. Dari total UMKM yang tercatat, sekitar 336 ribu unit atau 99,38 persen merupakan usaha mikro, sehingga peningkatan kualitas usaha menjadi fokus pembinaan pemerintah.

"Yang masih perlu kami dorong bukan hanya jumlah, tetapi kualitas UMKM, mulai dari legalitas usaha, sertifikat halal, PIRT, akses ekspor hingga digitalisasi pemasaran agar UMKM berkembang lebih cepat." Resmiguno, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurut Resmiguno, salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan UMKM di Kalbar adalah karakter usaha yang masih bersifat subsisten, yakni hanya dijalankan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Kondisi tersebut membuat banyak pelaku usaha belum memiliki perencanaan bisnis jangka panjang maupun riset pasar yang memadai untuk mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.

Selain itu, banyak UMKM yang bersifat musiman sehingga keberlangsungan usahanya tidak stabil. Saat permintaan pasar menurun atau musim usaha berakhir, sebagian pelaku memilih berhenti beroperasi. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembinaan dan pendampingan yang dilakukan pemerintah.

Melalui berbagai program pendampingan, Dinas Koperasi dan UKM Kalbar terus mendorong pelaku UMKM meningkatkan daya saing melalui pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, PIRT, perluasan akses pasar, hingga pemanfaatan teknologi digital. “Langkah tersebut diharapkan mampu mengubah UMKM dari sekadar usaha bertahan hidup menjadi usaha yang tumbuh, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....