Es Krim Jhon Lee Bertahan Belasan Tahun, Andalkan Rasa dan Halal
- 24 Jul 2026 06:25 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Di tengah menjamurnya bisnis kuliner, khususnya produk es krim, UMKM Es Krim Jhon Lee tetap mampu mempertahankan eksistensinya di Kota Pontianak. Mengusung cita rasa khas, menggunakan buah asli, serta mengantongi sertifikat halal, usaha yang kini dikelola generasi kedua ini terus berkembang dan semakin dipercaya masyarakat.
Owner Es Krim Jhon Lee, Rudy, mengatakan usaha tersebut telah berdiri lebih dari satu dekade dan kini diteruskannya untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kualitas produk.
"Saya generasi kedua. Awalnya saya melihat usaha ini punya potensi besar untuk dikembangkan agar lebih dikenal masyarakat Pontianak," ujar Rudy dalam program UMKM Bicara RRI Pro 1 Pontianak, Senin, 20 Juli 2026.
Berbeda dengan es krim pada umumnya, Es Krim Jhon Lee menawarkan 11 varian rasa, mulai dari cokelat, stroberi, vanila, cookies and cream, nangka, alpukat, cempedak, durian, mangga hingga buah naga. Seluruh varian buah dibuat menggunakan bahan baku buah asli.
"Kalau anak-anak paling suka cookies and cream. Kalau orang dewasa lebih memilih rasa buah karena mereka tahu bahan yang kami gunakan memang buah asli," kata Rudy.
Meski dijual dengan harga mulai Rp5.000 per cup, pelanggan bebas memadukan berbagai rasa tanpa biaya tambahan. Bahkan topping seperti kacang merah, cincau, dan agar-agar juga tersedia tanpa menambah harga.
Selain mengandalkan kualitas rasa, Es Krim Jhon Lee juga berhasil memperoleh sertifikat halal pada 2025. Menurut Rudy, proses sertifikasi membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dengan pemeriksaan yang sangat detail, termasuk kebersihan tempat produksi.
"Setelah ada sertifikat halal, pelanggan jadi lebih yakin membeli produk kami. Omzet juga ada peningkatan," ungkapnya.
Saat ini, Es Krim Jhon Lee beroperasi menggunakan tiga gerobak motor yang berkeliling ke sejumlah instansi pemerintahan, sekolah, hingga kawasan permukiman di Pontianak. Dalam sehari, tiga armada tersebut mampu menghabiskan sekitar enam hingga tujuh tabung es krim, masing-masing berkapasitas sekitar 10 kilogram.
Menurut Rudy, tantangan terbesar selama menjalankan usaha bukanlah persaingan, melainkan kondisi cuaca saat berjualan keliling.
"Tantangan terbesar ya panas dan hujan di jalan. Tapi yang penting tetap semangat mencari rezeki," ujarnya.
Selain melayani penjualan keliling, Es Krim Jhon Lee juga menerima pesanan untuk berbagai acara seperti ulang tahun, pernikahan, akikah, hingga kegiatan lainnya melalui layanan WhatsApp.
Dalam menjaga loyalitas pelanggan, Rudy menegaskan pihaknya konsisten mempertahankan kualitas rasa dan terbuka terhadap kritik maupun masukan dari konsumen.
"Kami selalu menerima komplain sebagai masukan supaya kualitas es krim semakin baik. Jangan pernah menyerah ketika membangun usaha, karena kritik itu justru menjadi pengalaman untuk berkembang," pesannya.
Tak hanya mengembangkan usaha keluarga, Es Krim Jhon Lee juga membuka peluang kerja sama bagi masyarakat yang ingin berjualan. Rudy menekankan kejujuran, amanah, dan kerja keras menjadi syarat utama bagi siapa pun yang ingin bergabung.
Dengan harga yang terjangkau, kualitas rasa yang konsisten, serta komitmen menjaga kepercayaan konsumen, Es Krim Jhon Lee optimistis mampu terus berkembang sebagai salah satu UMKM kuliner lokal kebanggaan Pontianak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....