Desainer Muda Kalbar Hadirkan Kain Motif Corak Insang Teknik Sulam
- 08 Mei 2026 15:51 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Kriya
- Desainer
- Wastra
RRI.CO.ID, Pontianak - Desainer muda asal Kalimantan Barat (Kalbar), Tiana Afifaya, kembali menghadirkan inovasi terbaru di dunia fesyen melalui koleksi kain dan busana bernuansa budaya lokal. Perempuan yang akrab disapa Aya itu memperkenalkan koleksi terbaru dengan motif corak insang yang dipadukan teknik sulam terinspirasi dari tenun tapis Lampung.
Aya menjelaskan, dirinya saat ini aktif sebagai founder sekaligus desainer brand Begayabyta. Dalam pameran Saprahan Khatulistiwa 2026, ia menampilkan berbagai jenis kain khas Kalimantan Barat, mulai dari tenun Sintang, tenun ikat Dayak Sintang, hingga kain bermotif corak insang dan tenun Sambas.
“Kalau yang spesial tahun ini, kami mengeluarkan koleksi baru motif corak insang dengan teknik sulam. Tekniknya terinspirasi dari tenun tapis Lampung,” ujar Aya, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurutnya, proses pengerjaan motif tersebut relatif cepat. Dalam sehari, satu motif sudah dapat diselesaikan. Dari sisi penjualan, Aya mengaku produk fesyen yang ia kembangkan terus mengalami peningkatan permintaan. Ia menilai hal itu dipengaruhi konsistensi menghadirkan koleksi baru setiap tahun maupun dalam beberapa bulan sekali.
“Alhamdulillah penjualan selalu meningkat karena kami terus mengeluarkan koleksi-koleksi baru,” katanya.
Dalam koleksinya, produk outer menjadi salah satu item yang paling diminati konsumen. Selain itu, busana formal juga banyak dicari kalangan ibu-ibu, sementara anak muda cenderung memilih model pakaian kasual dan modern.
Aya juga menceritakan awal mula dirinya terjun ke dunia fesyen. Ketertarikannya berawal dari dunia modeling. Namun karena saat itu belum mendapat dukungan untuk menjadi model, ia akhirnya mencari peluang lain di industri mode dengan menjadi desainer.
Ia mulai menempuh pendidikan di bidang terkait sejak 2017 dan mulai serius meniti karier sebagai desainer pada 2019. Aya berharap ke depan, semakin banyak inovasi baru dalam dunia fesyen, khususnya dengan mengangkat potensi budaya dan lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi karya.
“Harapannya lebih banyak variasi dan inovasi baru di dunia fashion. Jangan hanya meniru yang sudah ada, tapi bisa melakukan riset dari apa yang ada di sekitar untuk dijadikan ide dalam busana,” ucapnya.
Baca juga: Dari Hobi Jadi Bisnis, Ranauchi Craft Tembus Pasar Bandara Internasional
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....