Si Berduri yang Multifungsi: Perjalanan Rotan dari Hutan hingga ke Luar Negeri

  • 06 Mei 2026 07:15 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID,Pontianak - Indonesia dikenal sebagai "paru-paru dunia", namun di balik rimbunnya hutan tropis kita, tersimpan harta karun berduri yang telah mendunia. Rotan, tanaman merambat dari keluarga palma ini, bukan sekadar hasil hutan biasa. Ia adalah urat nadi ekonomi dan simbol kreativitas masyarakat Indonesia yang kini merambah pasar internasional.

Meski tubuhnya dipenuhi duri tajam saat masih di hutan, rotan memiliki fleksibilitas dan kekuatan yang luar biasa setelah diolah. Hal inilah yang membuatnya menjadi primadona di industri furnitur global.

Dari Jantung Hutan ke Tangan Perajin

Perjalanan sebatang rotan dimulai dari kedalaman hutan, termasuk di wilayah Kalimantan Barat. Para petani rotan harus bertaruh tenaga untuk menarik sulur-sulur panjang yang melilit pepohonan tinggi. Setelah dibersihkan dari durinya dan melalui proses pengawetan serta pengasapan, rotan berubah menjadi material yang eksotis.

Di tangan para perajin lokal, rotan tidak hanya berakhir menjadi kursi atau meja. Inovasi masa kini mengubahnya menjadi tas etnik, dekorasi lampu yang estetik, hingga hiasan dinding yang banyak diburu oleh kafe-kafe bertema boho-chic di kota-kota besar.

Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Satu hal yang membuat rotan kian digemari di luar negeri adalah aspek keberlanjutannya. Berbeda dengan pohon kayu yang membutuhkan puluhan tahun untuk tumbuh, rotan memiliki siklus panen yang lebih cepat.

"Menggunakan rotan berarti kita ikut menjaga hutan. Karena rotan membutuhkan pohon tegakan untuk merambat, secara alami masyarakat akan menjaga pohon-pohon besar tersebut agar rotan tetap bisa tumbuh.

Menembus Pasar Internasional

Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pemasok sekitar 80 persen bahan baku rotan dunia. Produk jadi berbahan rotan asal Indonesia, seperti dari Cirebon hingga Kalimantan, telah lama menghiasi rumah-rumah di Eropa, Amerika Serikat, hingga Jepang.

Keunggulan rotan Indonesia terletak pada seratnya yang kuat dan warna alaminya yang cantik. Para desainer interior dunia mulai melirik kembali material ini karena memberikan kesan hangat dan menyatu dengan alam, selaras dengan tren sustainable living yang sedang populer.

Tantangan dan Harapan

Meski punya potensi besar, perjalanan rotan menembus pasar global bukan tanpa tantangan. Persaingan dengan bahan sintetis dan perlunya regenerasi perajin muda menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua.

Dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan desain dan kemudahan ekspor sangat diharapkan agar "Si Berduri" ini terus melaju. Dengan sentuhan kreativitas dan teknologi, rotan bukan lagi sekadar hasil hutan mentah, melainkan produk bernilai seni tinggi yang membanggakan nama Indonesia di mata dunia.

Jadi, jangan heran jika suatu saat Anda berkunjung ke sebuah apartemen mewah di Paris atau Tokyo, Anda akan menemukan sentuhan rotan yang berasal dari kedalaman hutan Indonesia.


Baca juga: Jahe Merah: Si Pedas dari Apotek Hidup yang Ampuh Perkuat Imun Tubuh

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....