KUR BRI Bantu Peningkatan Omzet Pengusaha Buah
- 21 Apr 2025 15:26 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Satu diantara pengusaha buah di pasar Dahlia Pontianak, Deli mengaku sangat terbantu dengan hadirnya bantuan pinjaman permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan oleh pemerintah melalui perbankan.
Deli mengaku sudah menerima permodalan KUR ini sejak enam tahun lalu dari KUR BRI mulai dari limit Rp100 juta dan terakhir Rp75 juta. Bantuan permodalan ini, kemudian Deli gunakan untuk mengembangkan usahanya termasuk pengadaan kendaraan roda empat berupa mobil pick up yang merupakan impiannya sejak awal.
Deli mengaku sebalum adanya bantuan permodalan itu, ia hanya mampu memasok buah pisang sekitar 50 tandan saja yang diangkut dari Punggur Kubu Raya menggunakan motor. Namun setelah mampu membeli mobil pick up, Deli mampu memasok buah pisang lebih dari 200 tandan dalam satu minggu dari Kabupaten Mempawah. Bahkan kata Deli, keseringan kalah stok barang yang akan dipasok ke kiosnya.
“Alhamdulillah membantu, sebelum ade bantuan ini, saya (masok barang) sikit-sikit jak pakai motor dari Punggur, Kemudian ajukan KUR setalah disurvei lulus lalu saya beli mobil pick up. Dari situ saya bisa memasok lebih banyak, yang sebelumnya pakai motor hanya sekitar 50 tandan dari punggur, tapi pas ada mobil pick up ini bisa memasok lebih 200 tandan dari Segedung Mempawah,” ungkapnya saat ditemui di kios usahanya di Pasar Dahlia Pontianak, Senin (21/4/2025).
Dengan meningkatnya pasokan buah ke kios milik Deli, juga mampu meningkatkan omzet bagi Deli. Peningkatan omzet bagi Deli sangat drastis. “Penghasilan dalam sebulan bisa Rp8 sampai Rp10 juta. Sedangkan waktu sebelum ada mobil pick up hanya sekitar Rp5 jutaan saja,” ucapnya.
Sementara itu, Branch Office Head BRI Pontianak, Ardika Prasetyo mengatakan komitmennya, untuk terus mempermudah dalam proses pengajuan dana KUR bagi pelaku usaha. Untuk mempermudah layanan dan proses program KUR, BRI Pontianak saat ini juga telah menempatkan satu petugas atau mantri di setiap lurah/desa di Pontianak dan Kubu Raya wilayah kerjanya. Sehingga pengajuan dana kur oleh pengusaha bisa lebih cepat.
“Jadi satu desa itu pasti ada satu mantri dan kami buatkan pojok mantri di Desa. Jadi sewaktu-waktu masyarakat desa yang mau konsultasi masalah keuangan atau tambahan modal bisa konsultasi di desa lewat mantri,” ungkapnya.
Selain itu, BRI juga menyediakan layanan secara online melalui BRISPOT. Melalui aplikasi itu proses pengurusan pengajuan dana KUR bisa dilakukan sehingga mempermudah dan mempercepat layanan bagi masyarakat.
“Kalau dokumen lengkap, sudah diverifikasi, sudah dikunjungi oleh prakarsa dan pemutus itu bisa langsung diputus. Kalau dulu standar layanan kami 14 hari, tapi dengan adanya BRISPOT mungkin bisa satu Minggu,” ungkapnya.
Ardika Prasetyo menambahkan, selain menyasar pelaku usaha, program KUR BRI juga menyasar di sektor pertanian dan perkebunan. Hal ini sejalan dengan program swasembada ketahanan pangan yang digaungkan oleh Pemerintah.
“Kami juga beri dukungan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yaitu pada vendor-vendor. Dampak dari penyaluran KUR ini secara keseluruhan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dengan semakin banyaknya pelaku usaha juga mampu menyerap lebih banyak lapangan kerja,” pungkasnya.
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....