Dompet Tipis Gara-Gara Gaya Hidup? Yuk Mulai Budgeting dari Sekarang
- 11 Apr 2026 12:51 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Lifestyle glowing yang identik dengan penampilan menarik dan terlihat mewah kerap menjadi tren di kalangan anak muda. Namun, di balik itu, tidak sedikit yang justru mengalami masalah keuangan akibat pola konsumsi yang tidak terkontrol.
Hal ini dibahas dalam program dialog RONDA (Ruang Obrolan Pro 2) bersama narasumber Sanidi, volunteer PKBI Kalimantan Barat, pada Kamis, 9 April 2026. Sanidi menjelaskan bahwa lifestyle glowing sering dimaknai sebagai gaya hidup yang terlihat “wah” dan mahal di mata orang lain. Namun, menurutnya, tidak semua orang menjalani gaya hidup tersebut sesuai kemampuan. “Lifestyle glowing itu kelihatan mahal, tapi mahal di sini ada yang memang mampu atau justru memaksakan diri demi mengejar validasi orang lain,” katanya.
Ia menilai, gaya hidup anak muda saat ini sebenarnya positif karena dapat menjadi sarana mengekspresikan diri dan meningkatkan kepercayaan diri. Meski demikian, Sanidi menekankan pentingnya keseimbangan agar tidak terjebak dalam pola konsumtif yang berlebihan.
| Baca juga: Gaya Hidup Cashless di Indonesia |
Dalam mengelola keuangan, Sanidi membagikan metode sederhana yang dapat diterapkan, yaitu pembagian anggaran 50:30:20. Sebanyak 50 persen digunakan untuk kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan tempat tinggal, 30 persen untuk keinginan, serta 20 persen untuk tabungan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya investasi pada diri sendiri, terutama dalam hal pengetahuan. “Belajarlah lebih banyak di masa muda. Saya lebih memilih investasi leher ke atas, karena itu yang akan berdampak jangka panjang,” ujarnya.

Sanidi juga mengingatkan bahwa persepsi “mahal” tidak selalu berkaitan dengan penampilan. Menurutnya, nilai seseorang dapat dilihat dari sikap dan cara berpikir. “Mahal itu bisa saja cara pandang kita, mahal itu bisa saja sikap kita, bukan cuma penampilan saja,” katanya.
Salah satu tantangan dalam mengatur keuangan adalah distraksi dari lingkungan, seperti ajakan teman untuk nongkrong atau berbelanja. Untuk mengatasinya, Sanidi menyarankan agar seseorang mampu mengontrol diri dan tidak mudah terpengaruh.
Ia juga membagikan tips sederhana agar tidak boros, yaitu dengan menunda pembelian. “Kalau ingin checkout sesuatu, simpan dulu di keranjang selama beberapa waktu, misalnya 20 hari. Dari situ kita bisa tahu apakah benar-benar butuh atau tidak,” ucapnya.
Menutup perbincangan, Sanidi mengajak anak muda untuk mulai disiplin dalam mengelola keuangan. “Buat teman-teman yang belum disiplin keuangan, coba atur dengan aturan 50, 30, 20, lalu berani bilang tidak dan ambil jeda untuk berpikir sebelum membeli,” katanya, mengakhiri.
Baca juga: Peringati Ocean Day, Mahasiswa Untan Ajak Warga Peduli Laut lewat Aksi Nyata
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....