Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Generasi Muda

  • 05 Nov 2025 19:21 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Surabaya: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah nasional khususnya untuk generasi muda. Generasi muda bukan hanya sebagai penerima manfaat sistem keuangan syariah, melainkan juga berperan sebagai penentu arah, pembentuk pasar, dan penerus ekosistem keuangan syariah masa depan Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya pada Grand Final Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2025 yang diselenggarakan di Kantor OJK Jawa Timur, Kota Surabaya, Selasa (4/11/2025).

“Generasi muda memegang peran strategis dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah. Pertama, sebagai driving force perubahan yang membawa perubahan dan transformasi untuk kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Kedua, berperan sebagai konsumen yang cerdas dan beretika dalam mengelola keuangan. Ketiga, generasi muda juga berperan sebagai agen edukasi yang membagikan pemahaman dan pengetahuan untuk mendorong masyarakat untuk memiliki literasi keuangan yang mumpuni. Keempat, menjadi sumber ide dan energi baru bagi lahirnya inovasi produk layanan keuangan syariah yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Friderica.

Lanjutnya, melalui pelaksanaan ISFO ini diharapkan akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul di keuangan syariah.

Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Akhmad Jazuli menyampaikan apresiasi kepada OJK yang terus melakukan berbagai program peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah khususnya bagi generasi muda.

“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman generasi muda khususnya mahasiswa dan pelajar tentang keuangan syariah, tetapi juga dapat mewujudkan perekonomian masyarakat perekonomian masyarakat yang sesuai dengan syariat. Sehingga, tidak hanya meningkatkan kualitas keimanan tetapi juga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” kata Akhmad.

ISFO 2025 diikuti oleh sebanyak 10.736 peserta dari 3.504 tim yang berasal dari seluruh Indonesia, meningkat sebanyak 143 persen dari tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan minat dan antusiasme generasi muda terhadap keuangan syariah terus meningkat, sekaligus menegaskan generasi muda memiliki keingintahuan dan semangat belajar yang luar biasa terhadap nilai keuangan syariah.

Rangkaian kegiatan ISFO 2025 berlangsung dari 1 Agustus hingga 4 November 2025 dengan dua jenis kompetisi, yaitu Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah dan Wirausaha Muda Syariah dengan rincian peserta sebagai berikut:

1. Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori Pelajar diikuti oleh 858 tim atau 2.574 pelajar SMA/sederajat,

2. Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori Mahasiswa diikuti oleh 532 tim atau 1.596 mahasiswa, serta

3. Kompetisi Wirausaha Muda Syariah (WMS) diikuti oleh 177 tim yang terdiri atas 386 mahasiswa yang telah memiliki bisnis/usaha mikro.

Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah bertujuan untuk menguji pengetahuan dan pemahaman peserta tentang keuangan syariah. Kompetisi Wirausaha Muda Syariah bertujuan untuk menumbuhkan semangat wirausaha dan kemandirian ekonomi kepada mahasiswa yang telah memiliki bisnis/usaha mikro.

Grand Final ISFO dilakukan secara hybrid yang diikuti oleh mahasiswa dan pelajar di seluruh Indonesia.

Baca juga: OJK Sempurnakan Perubahan Nomenklatur SEOJK Menjadi PADK

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....