APBN Berkerja Sebagai Penjaga Stabilitas Ekonomi di Kalbar

  • 10 Mei 2025 11:15 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Perwakilan Kementerian Keuangan Kalimantan Barat menyampaikan bahwa APBN regional Kalbar sampai dengan 31 Maret 2025 tetap solid dan terjaga. Capaian tersebut terungkap dalam Konferensi Pers APBN KiTa Regional Kalimantan Barat Edisi Bulan April Tahun 2025, Jumat.

"Realisasi pendapatan negara di Kalimantan Barat tercatat sebesar Rp2.477,82 miliar atau mencapai 19,72 persen dari target tahun ini," Papar Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Kalbar, Tangguh Dewantara.

Menurutnya, Angka ini terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.077,81 miliar dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp370,07 miliar. Di sisi lain, belanja negara terealisasi sebesar Rp6.862,06 miliar atau 22,14 persen dari pagu APBN 2025. Realisasi ini mencakup belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.565,48 miliar serta transfer ke daerah sebesar Rp5.296,25 miliar.

“Hingga Maret 2025, realisasi penerimaan pajak dibandingkan tahun 2024 mencapai 108,78%. Sehingga capaian penerimaan di Kalimantan Barat masih tumbuh positif dari tahun sebelumnya,"jelas Tangguh Dewantara.

Semantara hingga 31 Maret 2025, realisasi penerimaan Bea dan Cukai Kalimantan Barat mencapai Rp219,28

miliar atau 82,47% dari target. Realisasi ini meliputi Bea Masuk sebesar Rp35,47 miliar (56,66%),

Bea Keluar sebesar Rp102,34 miliar (162,31%), dan Cukai sebesar Rp128,05 miliar (25,81%). Bea

Keluar didominasi oleh komoditas CPO dan produk turunannya senilai Rp35,2 miliar serta Palm

Kernel Expeller (PKE) sebesar Rp4,1 miliar. Di sisi lain, penerimaan cukai hasil tembakau ditopang

oleh KPPBC Sintete dan Pontianak dengan nilai Rp11,9 miliar dan Rp2,4 miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....