Bukan Cuma Rasa, Ini Cara Sumo Smokes Menjaga Bisnis Selama 10 Tahun

  • 29 Sep 2026 21:16 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Mempertahankan bisnis kuliner selama satu dekade bukan perkara mudah. Selain menjaga cita rasa, pelaku usaha dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi digital. Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan Sumo Smokes, resto kuliner Jepang lokal yang telah beroperasi di Pontianak sejak 2016.

Dalam program OTW (Obrolan Tentang Wirausaha) RRI Pro 2 Pontianak, Sabtu, 19 September 2026, dengan tema “Dari Mangkuk Ramen ke Peluang Bisnis”, menghadirkan Head Marketing Sumo Smokes, Steven, Sistem Operasional Sumo Smokes, Yoga Anggara, serta perwakilan LPPOM Kalimantan Barat, Didik Heriadi.

Sumo Smokes hadir dengan menawarkan sejumlah hidangan bernuansa Jepang, mulai dari ramen, rice bowl, sushi, hingga gyoza. Sejak berdiri pada 2016, resto tersebut berupaya menyesuaikan cita rasa hidangan dengan selera masyarakat Pontianak.

Head Marketing Sumo Smokes, Steven, menjelaskan filosofi di balik nama Sumo yang tidak semata-mata berkaitan dengan ukuran porsi makanan. "Kalau untuk porsi makan, kita normal seperti orang biasanya, bukan porsi sumo. Cuma kita ambil filosofinya dari tagline yang kita punya, yaitu 'Eat Like Sumo'. Kita mau customer makan ramen kita satu kali, terus ketagihan makan terus. Hasrat makan yang terus-menerus itu yang menjadi nama kita," ujar Steven.

Menurut Steven, kepuasan pelanggan menjadi salah satu kunci dalam mempertahankan bisnis. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga membuat Sumo Smokes perlu terus beradaptasi, khususnya dalam memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran.

Bertahan selama 10 tahun juga membutuhkan sistem operasional yang mampu menjaga kualitas produk di setiap cabang. Sistem Operasional sekaligus Ketua Tim Manajemen Halal Internal Sumo Smokes, Yoga Anggara, mengatakan konsistensi rasa dijaga melalui standar operasional prosedur (SOP), pengukuran bahan, serta pelatihan sumber daya manusia.

"Untuk menjaga konsistensi rasa, kita menetapkan standar yang terukur dan pelatihan tim. Percuma kita punya SOP dan sistem yang bagus tapi SDM tidak terlatih dengan baik. Dari resep hingga gramasi, semuanya tercopy-paste di tiga outlet," kata Yoga.

Menurutnya, standar tersebut diterapkan mulai dari resep hingga takaran bahan agar konsumen mendapatkan pengalaman dan cita rasa yang relatif konsisten di setiap outlet.

Selain kualitas rasa, aspek kehalalan menjadi perhatian dalam pengelolaan bisnis kuliner. Perwakilan LPPOM Kalimantan Barat, Didik Heriadi, menjelaskan bahwa sertifikat halal tidak hanya menjadi tanda yang dipasang di tempat usaha. Di dalamnya terdapat lampiran mengenai produk dan menu yang telah melalui proses sertifikasi.

"Sertifikat halal itu bukan cuma di luarnya ada sertifikat, tapi ada lampiran menu-menu di dalamnya. Semua harus tercatat. Sertifikat ini benar-benar menjamin kehalalan produk suatu restoran mulai dari bahan baku hingga fasilitasnya," ujar Didik.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha kuliner mengenai kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman.

Saat ini, Sumo Smokes telah memiliki tiga cabang di Kota Pontianak, yakni di Jalan Siam, Jalan Sutan Syahrir (Suwignyo), dan Jalan Hos Cokroaminoto (Merdeka). Perjalanan selama satu dekade tersebut menjadi bagian dari upaya Sumo Smokes mempertahankan bisnis kuliner lokal melalui konsistensi produk, penguatan sistem operasional, pemanfaatan teknologi digital, serta jaminan kehalalan bagi konsumen.

Baca juga: Meatzilla Pontianak Ekspansi dari Kedai Grill ke Produk Ritel Halal

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....