PLN Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Listrik agar Token Tak Cepat Habis
- 19 Sep 2026 21:38 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Memperingati Hari Pelanggan Nasional, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mendekatkan diri kepada masyarakat melalui digitalisasi layanan. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga—terutama saat anak-anak harus belajar secara daring di rumah akibat kondisi cuaca dan kabut asap—masyarakat diimbau untuk semakin cerdas dan bijak dalam mengelola pemakaian listrik.
Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sungai Kakap, Taufiq Herwana dalam Bincang Kapuas edisi Kamis, 17 September 2026 menjelaskan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi dan modernisasi, kebutuhan listrik masyarakat terus meningkat setiap bulannya.
"Bagi kami, pelanggan itu sebuah bagian yang sangat penting dari perjalanan perusahaan ini PT PLN (Persero), karena itu ini bukan hanya sekedar perayaan, tapi menjadi kesempatan kami untuk mengevaluasi diri dan pada akhirnya bisa meningkatkan kualitas pelayanan," ujar Taufiq dalam program Bincang Kapuas di RRI Pontianak.
Banyak masyarakat sering merasa heran mengapa token listrik di rumah cepat habis padahal pemakaian dirasa biasa saja. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sepele justru membuat konsumsi daya melonjak dan berujung "boncos". Salah satu kebiasaan yang kerap terabaikan adalah menumpuk terlalu banyak colokan atau terminal listrik dalam satu titik yang dapat memicu panas pada kabel serta berpengaruh terhadap pemakaian.
Selain itu, kebiasaan membiarkan pengisi daya (charger) HP atau laptop tetap tercolok di stopkontak meskipun perangkat sudah penuh atau dicabut ternyata menyisakan hawa hangat dan terbukti tetap menyerap daya listrik. Kebiasaan lain yang sering keliru adalah menyalakan dan mematikan AC secara terus-menerus dalam jangka waktu singkat, padahal proses penyalaan awal justru membuat komponen bekerja lebih berat dan menyerap daya listrik lebih besar.
"Kebiasaan-kebiasaan yang memang kayaknya simpel tapi justru berpengaruh ke pemakaian, itu kayak misalnya kita punya colokan listrik tapi numpuk banyak di situ," kata Taufiq.
"Kalau kita masih pasang masih standby alat cas itu terasa hangat atau terasa pas, itu sebenarnya menyerap daya listrik ya," tambahnya.
Alih-alih menggunakan istilah "menghemat", pihak PLN mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dalam menggunakan energi. Artinya, perangkat elektronik cukup digunakan saat benar-benar dibutuhkan dan dimatikan jika sudah tidak dipakai.
"Mungkin saya lebih menyampaikan bahasanya itu sebijak mungkin dalam menggunakan listrik; ketika memang dibutuhkan silakan digunakan, selama tidak butuh silakan dimatikan. Saya kira itu adalah suatu cara bijak dalam menyikapi penggunaan listrik di rumah kita masing-masing," ungkap Taufiq.
Selain itu, bagi masyarakat yang berencana menambah perangkat elektronik berat atau beralih ke gaya hidup elektrifikasi seperti kompor listrik dan kendaraan listrik, PLN mengingatkan agar senantiasa memantau kapasitas daya rumah. Apabila sering terjadi MCB turun atau jeglek, hal tersebut merupakan indikasi kuat bahwa sudah saatnya pelanggan mengajukan penambahan daya.
Seluruh proses pelayanan mulai dari pasang baru, tambah daya, simulasi biaya, hingga pengaduan gangguan kini telah dipermudah dan terintegrasi secara online melalui aplikasi PLN Mobile. PLN juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap pihak-pihak tidak resmi atau calo yang mengatasnamakan PLN.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....