Disporapar Kalbar Dorong Ruang Kreatif Jadi Wadah Generasi Muda Tumbuh Inovatif

  • 20 Jun 2026 12:25 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat mendorong penguatan ruang kreatif sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide, keterampilan, dan inovasi di era digital. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Sarana dan Prasarana Disporapar Kalbar, Mery Corunia Lamintang, S.IKom., M.AP., dalam dialog Ekonomi Digital bertema “Ruang Kreatif sebagai Tempat Tumbuh Generasi Inovatif” di RRI Pro 1 Pontianak, Jumat, 19 Juni 2026.

Menurut Mery, ruang kreatif tidak selalu berbentuk bangunan atau fasilitas fisik. Saat ini, komunitas juga dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi diri.

“Ruang kreatif yang dimaksud bukan hanya fisik, tetapi juga komunitas. Di Kalbar sudah banyak komunitas kreatif yang perlu dirangkul dan diperluas agar generasi muda dapat berkreasi dan menciptakan ide-ide inovatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, besarnya jumlah generasi muda di Kalimantan Barat menjadi modal penting dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, generasi Z mencapai 26,17 persen dari total penduduk Kalbar, sementara generasi milenial sekitar 25 persen. Menurutnya, dominasi usia produktif tersebut perlu didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Selain pengembangan SDM, Mery menilai Kalimantan Barat memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, terutama di wilayah perbatasan. Ia mencontohkan kawasan Pantai Temajuk di Kabupaten Sambas yang memiliki daya tarik wisata sekaligus peluang pengembangan produk ekonomi kreatif.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif itu saling berkaitan. Potensi lokal seperti kerajinan dan suvenir khas daerah bisa menjadi nilai tambah yang mendukung pengembangan pariwisata sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Mery menambahkan, keberhasilan pelaku ekonomi kreatif di era digital tidak hanya ditentukan oleh promosi di media sosial, tetapi juga kemampuan memahami target pasar dan kebutuhan konsumen. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak generasi muda untuk berani keluar dari zona nyaman dan terus mengembangkan kemampuan di luar pekerjaan utama yang dijalani saat ini.

Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang perlu dimiliki anak muda agar dapat berkembang dan konsisten di sektor ekonomi kreatif, yakni disiplin, konsistensi, dan lingkungan pergaulan yang positif.

“Disiplin, konsisten, dan berkumpul dengan orang-orang yang positif adalah kunci penting. Lingkungan yang baik akan memberikan motivasi dan mendorong kita untuk terus berkembang,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif, Disporapar Kalbar terus melakukan pendampingan melalui berbagai program, mulai dari bimbingan teknis hingga fasilitasi sertifikasi profesi di sejumlah subsektor ekonomi kreatif. Melalui berbagai upaya tersebut, Disporapar berharap semakin banyak generasi muda Kalimantan Barat yang mampu memanfaatkan ruang kreatif sebagai sarana belajar, berinovasi, dan menciptakan peluang ekonomi baru di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....