Waspada! Sisi Gelap Kripto Terungkap: Meme Coin Disebut 99% Berpotensi Scam
- 28 Apr 2026 11:52 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak: Perkembangan pesat dunia cryptocurrency ternyata menyimpan sisi gelap yang jarang dibahas secara terbuka. Fenomena meme coin dan token instan yang kini ramai di kalangan generasi muda dinilai berisiko tinggi dan berpotensi menjebak investor pemula.
Dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Senin, 27 April 2026, dosen sekaligus praktisi ekonomi syariah, Julianto, M.Kom., mengungkapkan bahwa mayoritas meme coin tidak memiliki dasar fundamental yang jelas.
“Meme coin itu sangat berbahaya. Sekitar 99 persen merupakan proyek scam, hanya satu persen yang benar-benar punya tujuan pengembangan teknologi,” tegas Julianto, saat dialog bersama Host Budiman Taher.
Ia menjelaskan, kemudahan menciptakan koin digital menjadi salah satu faktor maraknya penipuan. Bahkan, menurutnya, siapa pun kini bisa membuat token hanya dalam hitungan menit.
“Dalam satu menit, seseorang bisa menciptakan beberapa token sekaligus. Ini seperti membuat postingan di media sosial, sangat mudah dan tanpa kontrol ketat,” ujarnya.
Julianto menilai, fenomena fear of missing out (FOMO) menjadi alasan utama banyak orang tetap tergiur berinvestasi di meme coin, meski risikonya tinggi.
“Banyak orang tidak ingin ketinggalan tren. Ditambah lagi promosi dari influencer yang seolah-olah menjanjikan keuntungan besar, padahal itu jebakan,” jelasnya.
Ia juga mengungkap praktik umum dalam dunia meme coin, yakni skema pump and dump. Developer akan menaikkan harga melalui promosi besar-besaran, lalu menjual aset mereka saat harga tinggi.
“Yang untung itu yang masuk duluan. Yang baru masuk biasanya jadi korban karena harga langsung jatuh,” katanya.
Sementara dari sisi syariah, Julianto menegaskan bahwa cryptocurrency tidak sepenuhnya haram, namun penggunaannya menentukan hukumnya.
“Kalau digunakan sebagai alat pembayaran selain rupiah, itu haram. Tapi kalau sebagai komoditas investasi, bisa dibolehkan dengan syarat tidak mengandung unsur gharar, judi, atau penipuan,” jelasnya.
Namun khusus untuk meme coin, ia menilai aktivitasnya lebih dekat dengan spekulasi dan perjudian.
“Meme coin itu lebih ke arah gambling. Tidak ada fundamental, hanya mengandalkan viralitas,” tegasnya.
Julianto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur janji keuntungan instan. Ia menekankan pentingnya memahami instrumen investasi sebelum terjun.
“Jangan pernah investasi hanya karena ikut-ikutan. Kenali dulu produknya, lihat project-nya, dan jangan gunakan uang kebutuhan,” pesannya.
Ia juga menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan investasi yang lebih stabil seperti properti atau aset riil.
“Investasi tidak selalu harus digital. Aset seperti tanah dan bangunan justru lebih jelas dan stabil nilainya,” tambahnya.
Di akhir perbincangan, Julianto mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.
“Jangan sampai niat investasi malah jadi mudarat. Kunci utamanya adalah kontrol diri dan tidak serakah,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....