Bank Kalbar Optimistis Ekspansi Kredit Hadapi 2026
- 06 Jan 2026 21:28 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) optimistis mampu menghadapi tantangan perekonomian pada 2026 melalui strategi ekspansi kredit dan penguatan pembiayaan pembangunan daerah.
Direktur Utama Bank Kalbar Rokidi mengatakan, meskipun kondisi ekonomi masih menyisakan sejumlah tantangan, pihaknya yakin 2026 dapat dilalui dengan baik, sebagaimana pengalaman menghadapi tahun sebelumnya.
“Bank Kalbar dalam menghadapi tahun 2026, meskipun masih menyisakan problem perekonomian, namun kami optimistis 2026 dapat dilalui dengan baik,” kata Rokidi usai konferensi pers capaian kinerja Bank Kalbar 2025, Selasa (6/1/2026).
Rokidi menjelaskan, fokus utama Bank Kalbar ke depan adalah ekspansi kredit, baik konsumtif maupun produktif. Menurutnya, strategi tersebut ditempuh dengan terlebih dahulu memperluas pangsa pasar penyaluran kredit, sehingga penghimpunan dana pihak ketiga akan mengikuti.
“Prinsip kami, pasar kita ambil duluan. Kalau ekspansi kredit sudah berjalan, dana pihak ketiga akan mengikuti. Kami tidak ingin menghimpun dana terlalu besar lebih dulu karena bisa berdampak pada biaya dana, sementara ekspansinya belum maksimal,” ucap Rokidi.
Terkait produk pembiayaan 2026, Bank Kalbar akan memaksimalkan skema pinjaman daerah sebagai respons berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD). Skema ini ditujukan untuk mendukung pembiayaan pembangunan oleh pemerintah daerah sebagai pemegang saham Bank Kalbar.
“Bank Kalbar milik para bupati, wali kota, dan gubernur. Maka sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu pembiayaan pembangunan daerah melalui skema pinjaman daerah,” ujar Rokidi.
Ia memperkirakan nilai penyaluran pinjaman daerah pada 2026 dapat mencapai di atas Rp600 miliar, bahkan berpotensi lebih besar, seiring adanya sejumlah kabupaten dan kota yang telah menyampaikan rencana pembiayaan proyek-proyek strategis.
Selain itu, Bank Kalbar juga menggenjot pembiayaan sektor perumahan melalui kerja sama dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang melibatkan Sarana Multigriya Finansial (SMF).
“Kami sudah melakukan kerja sama dan penandatanganan. Untuk penandatanganan lanjutan di 2026, insyaallah dalam satu atau dua bulan ke depan sudah ada kepastian kuota pembiayaan perumahan untuk Kalimantan Barat,” tutur Rokidi.
Baca juga : Kinerja Bank Kalbar 2025 Tumbuh Solid Berkelanjutan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....