Novo Club-Dema FTIK IAIN Pontianak Gelar “GreenVibe”
- 02 Okt 2025 13:35 WIB
- Pontianak
KBRN, Kubu Raya: Novo Club Pontianak berkolaborasi dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak menggelar program lingkungan dan pengabdian masyarakat bertajuk "GreenVibe". Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 20-21 September 2025, di Desa Sungai Kupah, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Program ini merupakan wujud nyata kepedulian anak muda terhadap isu lingkungan, khususnya dalam penanaman dan pelestarian mangrove, yang dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih di Ekowisata Teluk Berdiri. Acara ini menarik perhatian luas dengan total 110 partisipan dari berbagai latar belakang.
Pada hari Sabtu, sesi edukasi dan workshop diikuti oleh 40 orang. Keesokan harinya, Minggu, sesi penanaman mangrove dan aksi bersih-bersih diikuti oleh 70 orang.
Para partisipan terdiri dari masyarakat lokal Desa Sungai Kupah, mahasiswa, perwakilan organisasi kepemudaan, hingga influencer lokal. Kegiatan yang dipandu dengan semangat kolaborasi ini berlangsung dalam suasana yang menyenangkan.
Kepala Desa Sungai Kupah, yang diwakilkan oleh Zainal, secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia mengajak untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan.
“Kami, masyarakat sekitar Desa Sungai Kupah, sangat berterima kasih atas kehadiran [Novo Club dan Dema FTIK IAIN Pontianak] dalam memberikan manfaat terhadap ekonomi hijau. Ini merupakan harapan besar bagi masyarakat Sungai Kupah untuk menguatkan ekonomi lokal, apalagi bagi Ibu-ibu, khususnya Ibu PKK,” ujarnya.

Selain aksi penanaman, "GreenVibe" juga diisi dengan talk show edukatif serta kampanye langsung kepada masyarakat lokal Desa Sungai Kupah. Yuyun Nisaul Khairillah, Dosen Program Studi Bioteknologi dari ITEKES Muhammadiyah, menyampaikan materi berjudul "Pemanfaatan Tanaman Mangrove bagi Kesehatan dan Penguatan Green Economy di Era 4.0". Materi ini dilanjutkan oleh Nuruniyah, Dosen Program Studi Administrasi Kesehatan dari institusi yang sama.
Yuyun menjelaskan, talk show tersebut bertujuan membuat masyarakat sadar, kekayaan alam dapat dikelola lebih bijak dan positif untuk perkembangan ekonomi. Ia memberikan contoh praktis melalui pembuatan sabun cuci tangan dari daun api-api (sejenis mangrove) dan pembuatan pembersih lantai (antibiotik) dari limbah gula aren dan kulit nanas.
“Ini merupakan langkah awal atas kesadaran masyarakat bahwa banyak hal yang harus kita kembangkan, khususnya di era 4.0 dalam green economy,” kata Yuyun.
"Sesi ini bertujuan memberikan perspektif baru dan bermanfaat kepada masyarakat Desa Sungai Kupah agar dapat memaksimalkan pemanfaatan pengelolaan tanaman mangrove dan penguatan ekonomi lokal, khususnya bagi ibu-ibu PKK yang hadir," kata Nuruniyah.
Nasrullah Alhabsyi, Ketua Pelaksana GreenVibe, menyampaikan kegiatan ini dirancang agar edukatif sekaligus menyenangkan.
“Penguatan ekonomi lokal dalam Green Economy di era 4.0 menjadi sebuah jembatan untuk perkembangan ekonomi serta pelestarian lingkungan. Kami ingin menghadirkan suasana yang seru, penuh kolaborasi, dan jadi ruang belajar bersama,” katanya.

Dalam aksi bersih-bersih, partisipan berhasil mengumpulkan sekitar 12 karung sampah yang terdiri dari plastik, botol bekas, popok bayi, dan lainnya.
"Meskipun kami sadar bahwa apa yang kami lakukan belum cukup untuk membersihkan seluruh area wisata, yang lebih penting adalah kesadaran yang bisa kita bangun bersama melalui aksi ini," kata Nasrullah, menambahkan.
Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat lokal untuk lebih memperhatikan lingkungan dan mengelola sampah. Menurutnya, semua memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan, dan menjaga kebersihan tak perlu menunggu momen besar atau instruksi dari siapapun.
"Cukup mulai dari diri sendiri, dari kebiasaan sederhana, dan dengan kesadaran bahwa setiap tindakan kecil bisa membawa dampak besar," ucapnya.
Zidan Hafidz Al Awwali, PIC Novo Club Pontianak, menegaskan kegiatan ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang Novo Club terhadap isu keberlanjutan, bukan sekadar gerakan sesaat.
"Melalui aksi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kami percaya, menjaga kebersihan kota adalah tanggung jawab kita bersama," kata Zidan.
Zidan menutup dengan apresiasi atas kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Angkuts, komunitas, dan duta-duta. "Semoga langkah kecil ini dapat menjadi awal dari gerakan yang lebih besar, untuk mewujudkan Pontianak yang lebih bersih dan berkelanjutan," katanya, mengakhiri.
Penulis: Mars Setyono/LPU RRI Pontianak
Baca juga: Novo Club Hadirkan Green Vibe di Sungai Kupah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....