Ponti Lite Fest Semarakkan Bulan Gemar Membaca

  • 18 Sep 2025 17:56 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Demi memperingati Bulan Gemar Membaca sekaligus Hari Kunjung Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak bersama komunitas literasi akan menggelar Ponti Lite Fest 2025. Acara ini berlangsung pada 20-21 September 2025 di Kota Pontianak dengan menghadirkan beragam kegiatan yang bertujuan mendorong budaya literasi di masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak Rendrayani menjelaskan bahwa festival ini merupakan puncak dari rangkaian agenda literasi sepanjang bulan September. Sejak awal bulan, pihaknya sudah menggelar berbagai kegiatan seperti sedekah buku, di mana masyarakat dapat menyumbangkan buku layak baca untuk disalurkan ke taman bacaan maupun komunitas literasi.

Selain itu, Ponti Lite Fest juga menghadirkan aneka lomba yang melibatkan berbagai kalangan. Ada tukar buku, sayembara review buku, sayembara cerpen, lomba read aloud, lomba mading SD, yel-yel gemar membaca, hingga ranking satu yang menggandeng Ruang Guru dan Kwartir Cabang Pramuka.

Fajar Al Khooliqu Baaqii, selaku Ketua Kolaborasi Literasi Bersama Komunitas menegaskan bahwa lomba-lomba ini dirancang untuk menjangkau pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum agar lebih dekat dengan dunia literasi, dan tak hanya lomba, kegiatan ini juga menghadirkan talk show inspiratif bersama dua penulis Kalbar yang menasional. Mereka adalah Indra Dwi Prasetyo dengan karya "Dewasa Tak Seseram Isi Kepalamu" dan Abroorza A. Yusra dengan novel Danum. Festival juga akan dimeriahkan oleh acara “Beranda Berkata Lewat Nada”, sebuah pertunjukan musik literasi yang menggabungkan pembacaan puisi dengan alunan lagu.

Pengunjung pun dapat menikmati bazar buku yang menghadirkan penerbit serta toko buku lokal maupun nasional. Keberadaan bazar ini diharapkan membuka akses masyarakat pada bacaan yang lebih beragam sekaligus mendorong geliat ekonomi kreatif di bidang literasi.

Lebih lanjut, perpustakaan tidak hanya menampilkan aktivitas membaca, tetapi juga kegiatan inklusi sosial. Dalam festival ini, akan dipamerkan hasil pelatihan keterampilan masyarakat, seperti merajut, membuat bunga dari stoking, hingga dekorasi balon. Hal ini menunjukkan fungsi perpustakaan sebagai pusat aktivitas masyarakat yang inklusif.

Rendrayani menambahkan bahwa melalui Ponti Lite Fest, pihaknya berharap minat baca masyarakat Pontianak semakin meningkat. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan memperkuat jaringan komunitas literasi serta menjadi wadah kolaborasi kreatif berbagai pihak.

Baca juga: Tingkat Gemar Membaca Sempat Menurun, Disperpusip Gencarkan GESIT

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....