Sekolah Rakyat Didorong Wujudkan Pendidikan Merata dan Berkualitas
- 04 Sep 2025 08:57 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Pada program Dialog Lintas Pontianak Pagi RRI Pro 1 Pontianak mengangkat tema “Sekolah Rakyat dan Pendidikan Berkualitas”, Kamis (4/9/2025). Acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni Heri Mustamin, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalbar, dan Dr. Yuver Kusnoto, akademisi Universitas PGRI Pontianak.
Dalam kesempatan itu, Heri Mustamin menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dan DPRD dalam memastikan akses pendidikan merata di seluruh Kalimantan Barat. Menurutnya, sekolah rakyat bisa menjadi solusi alternatif untuk masyarakat yang kesulitan mengakses pendidikan formal, namun kualitas tetap harus dijaga.
“Sekolah rakyat harus memiliki standar mutu yang sama dengan sekolah formal agar anak-anak mendapat hak pendidikan yang layak, sarana dan prasarana yang membuat siswanya nyaman, dan adanya guru yang berkompeten di bidangnya. Oleh karenanya, untuk dinas terkait, saya minta untuk melakukan pendataan secara valid dan benar kepada masyarakat miskin yang ada di Kalbar,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Yuver Kusnoto menekankan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran di sekolah rakyat. Menurutnya, kolaborasi antara guru, pemerintah, dan perguruan tinggi dapat memperkuat kualitas pendidikan. Ia juga menyoroti perlunya analisis, penelitian atau kajian dalam skala prioritas, mulai sistem pembelajaran, sarana prasarana, perekrutan guru dan hal lainnya.
“Saya memberikan apresiasi tinggi untuk pemerintah, namun tentunya dibutuhkan analisis ataupun pemikiran yang lebih dalam, karena ini bukan program parsial atau renungan sesaat. Dan membangun konsep Pendidikan di Sekolah Rakyat, membutuhkan keseriusan dan bukan main main,” ucapnya.
Dirinya pun merekomendasikan kepada pemerintah untuk pengembangan kualitas Pendidikan di Sekolah Rakyat, yang tetap mengacu kepada sistem Pendidikan yang ada saat ini, sehingga tidak terjadi ketimpangan pendidikan khususnya di sekolah formal khususnya dalam hal mutu pendidikan.
“Terlebih Perekrutan guru untuk program Sekolah Rakyat harus berbeda karena fokusnya adalah merekrut pendidik dengan kualifikasi khusus untuk mendidik anak-anak dari keluarga miskin ekstrem,” ujarnya.
Dialog yang berlangsung singkat tersebut menjadi ruang refleksi bahwa pendidikan berkualitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga akademisi, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan.
Baca juga: Pontianak Siap Sukseskan Sekolah Rakyat Gratis Berkualitas
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....