MAN 2 Pontianak Olah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

  • 20 Jun 2025 19:44 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Kelestarian lingkungan dan pengolahan sampah atau bahan bekas menjadi bahan lebih bernilai ekonomis terus menjadi fokus dari aksi nyata yang dilakukan oleh guru maupun peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak. Keseriusan ini terbukti dari berbagai inovasi yang telah dilakukan seperti menjadikan kertas nasi bungkus bekas menjadi bahan sablon pakaian.

Inovasi dan kreativitas ini dilakukan sebagai upaya dalam mengurangi limbah dan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih dan asri sebagai bagian dari implementasi program Adiwiyata yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup bersama Kementerian Agama.

Berangkat dari hal itu, Guru dan siswa MAN 2 Pontianak mengolah bahan bekas kertas nasi menjadi bahan sablon yang berkualitas. Ketua Tim Adiwiyata Nasional MAN 2 Pontianak, Dra. Hj Hanifah mengatakan, inovasi ini tidak hanya membantu dalam mengurangi limbah kertas di lingkungan sekolah, tetapi juga mengajarkan peserta didik untuk kreatif bahkan menjadi peluang usaha baru dalam industri kreatif.

Selain olah kertas nasi bekas menjadi sablon, masih banyak inovasi lainnya yang telah dilakukan oleh MAN 2 Pontianak, seperti memproduksi permen obat antiradang terbuat dari kombinasi lidah buaya dan asam kalimbawan tanaman langka Kalbar.

Kemudian menjadikan banner bekas sebagai atribut atau slepang nama dan pembuatan eskrim dari kulit singkong, menjadikan mahkota nanas sebagai sumpit, mengolah sampah menjadi pupuk dan kerajinan serta masih banyak lagi inovasi lainnya.

"Intinya itu, kami selalu berupaya sebisa mungkin mengurangi limbah," ujarnya.

Ketua Kelompok Kerja Pemberdayaan Kader Adiwiyata Nasional, Hj. Indasyah mengungkapkan, inovasi yang dilakukan ini tidak hanya mengajarkan kepada siswa pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga menjadikan aktivitas mereka lebih produktif sehingga ketika lulus dari sekolah sudah siap menjadi seorang entrepreneur sukses.

"Kreativitas seperti ini sangat cocok diterapkan di sekolah, selain mengajarkan peserta didik untuk produktif dan menjaga kebersihan lingkungan, terlebih juga di tengah efesiensi," tukasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....