Makna Imlek dan Cap Go Meh Menurut MABT
- 23 Jan 2025 11:49 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Wakil Ketua MABT (Masyarakat Adat Budaya Tionghoa) Pontianak, Adi Sucipto, menjelaskan makna mendalam dari perayaan Imlek dan Cap Go Meh dalam program Ruang Terbuka RRI Pontianak, Kamis (23/1/2025). Imlek dan Cap Go Meh merupakan dua acara penting dalam tradisi masyarakat Tionghoa.
Menurut Adi, Imlek tidak hanya sekadar perayaan tahun baru, tetapi juga merupakan ibadah bagi umat Konghucu dan Buddha, khususnya dalam berkumpul dengan keluarga serta memberikan puji syukur kepada Tuhan.
"Imlek bagi kami, terutama yang beragama Konghucu dan Buddha, adalah sebuah ibadah. Selain itu, juga sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga, saling berbagi kebahagiaan, dan tentunya berdoa kepada Tuhan agar tahun yang baru ini membawa keberkahan, kelimpahan, dan kesehatan yang lebih baik," ucap Adi.
Pada malam Imlek, umat Tionghoa berbondong-bondong menuju kelenteng atau vihara setelah jam 10 malam sebagai bagian dari tradisi untuk menyambut tahun baru. Dalam perhitungan zodiak Imlek tahun 2025, tahun ini disebut sebagai tahun ular kayu yang memiliki makna tersendiri dalam kalender Tionghoa. Selain Imlek, Cap Go Meh juga menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan.
"Cap Go Meh berarti hari ke-15 setelah Imlek. Masyarakat Tionghoa merayakan Imlek tidak hanya pada tanggal 29 Januari, tetapi bisa berlangsung hingga 12 Februari," kata Adi.
Cap Go Meh merupakan puncak dari perayaan tahun baru Imlek, yang biasanya diselenggarakan dengan berbagai atraksi budaya, seperti pawai barongsai dan festival naga.
Bagi MABT, Imlek dan Cap Go Meh adalah dua dari tiga acara besar yang digelar setiap tahun, selain Festival Bakcang dan Kue Bulan. MABT, yang memiliki visi dan misi untuk menjaga serta melestarikan adat tradisi dan budaya Tionghoa, mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Pontianak, khususnya Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).
"Kami bersyukur karena Pemerintah Kota Pontianak mendukung penuh kegiatan-kegiatan ini, yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga dapat mendatangkan wisatawan dan meningkatkan pariwisata Kota Pontianak," ujar Adi.
Melalui kerja sama antara MABT dan Pemerintah Kota Pontianak, perayaan Imlek dan Cap Go Meh diharapkan semakin berkembang dan menjadi daya tarik wisata yang mendunia, sekaligus memperkenalkan lebih jauh kekayaan budaya Tionghoa di Pontianak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....