Hantam Gelombang Laut Muara menuju Benteng Ekologis Pesisir Desa Medan Mas

  • 24 Jul 2026 22:14 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Rombongan jurnalis dan kreator konten dari berbagai media massa di Kalimantan Barat (Kalbar) tiba di Desa Medan Mas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, pada Jumat, 24 Juli 2026. Melaksanakan kegiatan Kolase Journalist Camp (KJC) 2026 bertajuk "Peringatan International Mangrove Day: Reconnecting Mangrove".

Untuk sampai kelokasi, harus menempuh perjalanan sekitar dua jam dari dermaga penyeberangan speed Rasau Jaya. Pagi itu, disana belum ramai tetapi mesin speed boat sudah meraung. Sementara, di depan sana, Sungai Kapuas dan muara Batu Ampar telah menunggu, bukan jalan aspal yang ditempuh, tetapi 2 jam di atas punggung laut untuk menuju Desa Medan Mas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Dua speed boat bukan hanya rombongan jurnalis dan creator content, tetapi muatan barang dan perlengkapan memulai perjalanan satu jam dari Sungai Kapuas.

Kemudian memasuki laut muara Batu Ampar, dititik inilah yang paling menantang, pertemuan arus sungai dan laut lepas menyatu. Gelombangnya tidak tinggi seperti di tengah laut, tetapi pendek-pendek dan rapat sehingga membuat speed boat terasa seperti dilempar ke atas lalu dibanting ke bawah.

Air laut masuk lewat sela terpal. Kamera dan handphone harus di pegang erat atau disimpan dalam tempat aman, disinilah seru campur tegang menjadi titik temu, sembari mendengar suara mesin meraung melawan debur ombak, sementara sinyal internet kadang hilang kadang datang.

Setelah melalui jalur menantang di laut lepas, akhirnya tiba di sungai kecil, disitu dermaga sekaligus menjadi rumah belajar, di tempat sederhana terbuat dari kayu ulin ini, telah stanbay ibu-ibu sudah menunggu. Begitu tali speed ditambatkan, suasana langsung pecah, rombongan jurnalis dan creator content disambut dengan senyum sumringah sembari tepung tawar menggunakan beras kuning sebagai kearifan lokal masyarakat setempat.

Di rumah belajar ini tepat di dermaga kayu, para jurnalis dan creator content dan rombongan memulai kegiatan Kolase Journalist Camp (KJC) 2026 bertajuk "Peringatan International Mangrove Day: Reconnecting Mangrove" yang berlangsung selama tiga hari hingga 26 Juli mendatang.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Yayasan Kolase, Yayasan Hutan Biru (Blue Forests), Blue Ventures dan Pemerintah Desa Medan Mas, dalam upaya memperkuat narasi pelestarian ekosistem mangrove di tingkat tapak.

Ketua Yayasan Kolase, Andi Fachrizal, mengungkapkan kesan mendalamnya atas keramahan warga setempat.

"Sangat terkesan kami datang langsung di sambut dengan beras kuning. Kami sangat menghargai nilai-nilai lokal yang tetap tumbuh di desa Medan Mas dan bagi kami ini adalah sebuah kejutan," ujarnya.

Adapun delegasi media yang terlibat berasal dari Pontianak Post, Suara Kalbar, Kompas TV, LKBN Antara, RRI, Warta Pontianak, Inside Pontianak, Tribun Pontianak, kolase, dan Iniborneo serta perwakilan kreator konten dari Pontianak Infomedia, Pontianak Disway dan Melawi Spezial.

Kepala Desa Medan Mas, Wira, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah desa, jurnalis, dan lembaga swadaya masyarakat sangat krusial untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

"Salah satunya adalah bukti kita semua untuk berkomitmen yaitu pentingnya dalam proses penjagaan kawasan mangrove yang ada di kawasan ini, terutama Desa Medan Mas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintahan desa tidak bisa kerja sendiri tanpa kita semua serta teman jurnalis ini yang bisa mengangkat potensi desa yang ada di Desa Medan Mas ini," ujar Wira.

Berdasarkan agenda kegiatan, para peserta akan mengikuti serangkaian aktivitas lapangan dan diskusi intensif:

Pada Jumat, 24 Juli: Peserta melakukan field walk untuk menyusuri ekosistem mangrove, melakukan identifikasi jenis, serta membuat transek yang kemudian didiskusikan di Learning Center desa. Dilanjutkan pada Sabtu, 25 Juli: Agenda bertajuk "Kuliah Pesisir" yang meliputi sharing session bersama tokoh lokal (local champion), dialog akar rumput mengenai tantangan ekonomi pesisir, serta praktik jurnalisme warga (citizen journalism) bersama masyarakat.

Kemudian dihari terkahir Minggu, 26 Juli: Puncak acara berupa Selebrasi Hari Mangrove Sedunia yang akan diisi dengan pameran produk olahan mangrove hasil karya warga, presentasi karya foto (photovoice), serta kampanye media sosial bersama. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan komitmen bersama dalam menjaga kawasan mangrove sebagai benteng ekologis pesisir Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....