Warga Sukarela Serahkan Amunisi ke Satgas Parako 466

  • 11 Mei 2026 11:15 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kedekatan aparat TNI bersama masyarakat Papua kembali membuahkan hasil positif melalui penyerahan puluhan amunisi berbahaya sukarela.

Sinergitas antara warga dan Satgas Yon Parako 466 Pasgat kembali terlihat di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Seorang warga berinisial “NI” secara sukarela menyerahkan 20 butir amunisi kaliber 7,62 mm serta satu buah pena pemukul kepada personel Pos Mulia Satgas Yon Parako 466 Pasgat, Minggu (10/5/2026).

Penyerahan tersebut bermula saat “NI” mencari barang rongsokan di Kampung Igimbut, Distrik Pargaleme, Sabtu sore (9/5/2026). Saat berada di lokasi, ia menemukan amunisi dan pena pemukul yang disembunyikan di bawah selembar seng.

Karena merasa takut dan khawatir, “NI” kemudian menghubungi salah satu personel Satgas Yon Parako 466 Pasgat yang telah dikenalnya dengan baik. Kedekatan yang terjalin membuat warga tersebut berani melaporkan temuannya kepada aparat keamanan.

20 butir amunisi kaliber 7,62 mm serta satu buah pena pemukul diserahkan warga berinisial “NI” secara sukarela kepada personel Pos Mulia Satgas Yon Parako 466 Pasgat (Foto Satgas Yon Parako 466 Pasgat).

Menindaklanjuti laporan itu, Danpos Satgas Yon Parako 466 Pasgat, Kapten Pas Ardhean Rizky Himawan langsung memerintahkan empat personelnya menuju lokasi untuk mengamankan barang berbahaya tersebut.

“Tim segera bergerak ke kediaman ‘NI’ untuk mengamankan amunisi tersebut. Setelah dilakukan serah terima secara sukarela, warga beserta barang bukti langsung dibawa ke Pos Satgas Yon Parako 466 Pasgat untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya.

Aparat menduga kuat puluhan peluru dan pena pemukul tersebut merupakan milik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau OPM wilayah Puncak Jaya yang sengaja disembunyikan di sekitar permukiman warga.

Sebagai tindak lanjut, Satgas Yon Parako 466 Pasgat meningkatkan kewaspadaan dan meminta seluruh personel memperketat patroli bersama aparat TNI-Polri guna mempersempit ruang gerak kelompok separatis di wilayah tersebut.

Keberanian “NI” mendapat apresiasi dari aparat keamanan. Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa komunikasi sosial yang humanis dan kedekatan TNI dengan masyarakat mampu membangun rasa aman serta kepercayaan warga di Papua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....