Satgas 466 Pasgat Amankan Distribusi Sembako via Udara

  • 08 Apr 2026 13:04 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Roda perekonomian dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah pedalaman Papua sangat bergantung pada jalur udara. Karena itu, prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat terus menunjukkan peran pentingnya dengan bersiaga memberikan pengamanan ketat di fasilitas vital, salah satunya Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Selasa, 7 April 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pengamanan dilakukan secara berlapis, mulai dari perimeter, gerbang masuk, hingga area apron saat pesawat perintis mendarat. Kehadiran prajurit di titik-titik krusial ini memastikan seluruh aktivitas penerbangan berjalan aman dan lancar.

Dalam dokumentasi yang diterima, terlihat personel TNI aktif mengawasi proses bongkar muat logistik dari pesawat jenis Cessna Caravan. Berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, bahan makanan, hingga barang kargo lainnya diturunkan dengan pengamanan ketat, sehingga memberikan rasa aman bagi pekerja bandara maupun masyarakat.

Dua Personil Satgas Yon Parako 466 Pasgat Jaga di gerbang masuk Bandara Mulia (Foto: Satgas Yon Parako 466 Pasgat).

Bandara Mulia sendiri menjadi urat nadi utama distribusi barang dan mobilitas warga di Puncak Jaya. Kondisi geografis pegunungan yang terjal membuat jalur darat terbatas, sehingga transportasi udara menjadi satu-satunya andalan.

Komandan Pos Satgas Yon Parako 466 Pasgat, Kapten Pas Ardhean Rizky Himawan menegaskan bahwa kehadiran personelnya merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam menjaga stabilitas wilayah. “Pengamanan ini adalah bagian dari tugas kami untuk memastikan distribusi logistik berjalan lancar. Jika bandara terganggu, maka pasokan kebutuhan masyarakat bisa terhambat dan berdampak langsung pada harga serta ketersediaan barang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pengamanan dilakukan tidak hanya untuk kelancaran logistik, tetapi juga untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. “Kami terus meningkatkan kewaspadaan, termasuk memantau aktivitas di sekitar bandara, guna mencegah potensi ancaman yang dapat mengganggu penerbangan maupun keselamatan masyarakat,” katanya.

Sinergi antara aparat keamanan, otoritas bandara, dan masyarakat setempat pun berjalan baik. Proses bongkar muat logistik berlangsung cepat dan tertib sebelum pesawat kembali lepas landas di tengah kondisi cuaca pegunungan yang kerap berubah. Dengan peran aktif Satgas Yon Parako 466 Pasgat, stabilitas keamanan di Bandara Mulia tetap terjaga, sehingga distribusi logistik dan perputaran ekonomi masyarakat Papua dapat terus berjalan tanpa hambatan.

Baca juga: Satgas Parako 466 Perketat Pengamanan Bandara Perintis

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....