TNI Amankan Airstrip Perintis, Penopang Hidup Sinak
- 06 Apr 2026 10:05 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Jalur udara masih menjadi satu-satunya akses vital bagi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Di tengah keterbatasan infrastruktur darat dan medan pegunungan yang ekstrem, bandara perintis menjadi penopang utama kehidupan warga setempat.
Pengamanan fasilitas penerbangan ini menjadi tugas rutin prajurit TNI, khususnya Satgas Yon Parako 466 Pasgat, yang berjaga di kawasan tersebut. Mereka memastikan setiap aktivitas penerbangan berlangsung aman dan lancar.
Di lapangan, prajurit yang bertugas sebagai operator komunikasi taktis tampak aktif memandu pergerakan helikopter dan pesawat perintis jenis caravan saat mendarat maupun lepas landas. Personel lainnya bersiaga di titik-titik strategis di sekitar landasan.
Satgas Yon Parako 466 Pasgat mencatat setiap pergerakan pesawat harus dipandu dengan komunikasi yang presisi karena kondisi alam di daerah ini sangat menantang.
Helikopter jenis Bell terpantau bersiap mendarat, sementara pesawat caravan melakukan persiapan lepas landas dengan panduan langsung dari darat. Koordinasi yang akurat menjadi kunci keselamatan, terutama di tengah kontur alam yang sulit dan berubah-ubah.
Aktivitas penerbangan di bandara perintis ini sangat krusial karena menjadi jalur distribusi bahan makanan, obat-obatan, serta kebutuhan pokok lainnya bagi masyarakat di wilayah pegunungan.
Danpos Satgas Yon Parako 466 Pasgat, Kapten Pas Rizki Amrullah Oktavido, menegaskan bahwa faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam setiap operasi.
“Di wilayah dengan ketinggian seperti ini, cuaca adalah tantangan pertama. Kabut bisa turun kapan saja,” ujarnya, Minggu, 5 April 2026.
Oleh karena itu, setiap pergerakan pesawat, baik fixed wing maupun rotary wing, harus dipandu dan diamankan secara maksimal.

Pengamanan dilakukan secara berlapis. Sejumlah kendaraan taktis disiagakan di sekitar landasan untuk merespons situasi darurat dengan cepat. Prajurit dengan perlengkapan lengkap dan alat komunikasi selalu berada di posisi masing-masing setiap ada jadwal penerbangan.
“Keamanan tidak boleh lengah. Kami pastikan seluruh area steril setiap ada aktivitas penerbangan,” tambahnya.
Di area apron, aktivitas terlihat cukup padat. Selain helikopter militer, pesawat perintis sipil juga hilir mudik melayani rute-rute terisolasi, disertai kegiatan bongkar muat logistik.
Sinergi antara penerbangan militer dan sipil di landasan kecil ini menjadi bukti pentingnya infrastruktur udara dalam menjaga roda ekonomi dan pertahanan di wilayah terpencil.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dan merasa aman,” kata salah satu personel Satgas.
Kehadiran aparat keamanan di fasilitas vital ini memberikan rasa aman bagi awak pesawat sekaligus menjamin kelangsungan hidup masyarakat di pelosok Papua tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....