Fenty Noverita Soroti Angka Anak Putus Sekolah di Kalbar

  • 12 Feb 2026 15:42 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Jumlah anak putus sekolah di Kalimantan Barat (Kalbar) pada tahun 2023, versi awal Kemdikbud mencapi 1.202 anak dan data tahun ajaran 2023/2024 dalam Portal Kemendikbudristek mencapai 2.548 anak. Jenjang SD menyumbang jumlah angka anak putus sekolah terbesar, yakni 1.324 anak dan Kalbar juga termasuk dalam provinsi dengan angka putus sekolah tertinggi di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalbar, Fenty Noverita menyoroti angka anak putus sekolah di Provinsi Kalbar. Penyebab utama angka anak putus sekolah ialah faktor ekonomi, sebagaimana menurut BPS, 76% keluarga mengakui bahwa karena alasan ekonomi lah anak mereka putus sekolah.

Untuk itu, Fenty menyatakan bahwa pemerintah harus bersinergi dalam berupaya menurunkan angka anak putus sekolah di Kalbar, sebab hal ini berkaitan erat dengan tingginya angka perkawinan anak.

“Karena faktor ekonomi dan akses pendidikan yang sulit, menyebabkan anak harus putus sekolah dan hal ini menjadi pemicu adanya perkawinan anak, karena menikah dijadikan sebagai solusi untuk meringankan beban ekonomi keluarga di beberapa tempat dan budaya," ucap Fenty di Pontianak, Kamis 12 Februari 2026.

Fenty juga memaparkan solusi yang bisa diupayakan demi menurunkan angka anak putus sekolah, seperti perluasan cakupan program Kartu Indonesia Pintar dan lain sebagainya.

“Perluasan cakupan program seperti Kartu Indonesia Pintar, makanan bergizi gratis di sekolah untuk meringankan beban keluarga dan tentunya transportasi sekolah gratis, untuk daerah pedalaman atau pelosok adalah beberapa solusi yang bisa diupayakan,” ujar Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kadin Kalbar ini.

Fenty juga menambahkan, “Beasiswa berbasis komunitas juga bisa menjadi solusi berikutnya, misalnya dari CSR perusahaan lokal.” Terakhir Fenty menyebutkan bahwa edukasi kepada keluarga juga menjadi sangat penting.

“Memberikan edukasi kepada keluarga juga menjadi bagian yang sangat penting, yakni memberikan gambaran kepada keluarga bahwa pendidikan lebih penting daripada pekerjaan jangka pendek, bahwa anak yang sekolah akan memiliki keterampilan yang lebih baik, yang membuat peluang kerja si anak semakin tinggi dan kemudian dapat menjadikan keluarga sejahtera,” kata Fenty memungkasi pernyataannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....