Adab Berbicara dalam Budaya Melayu: Menjaga Lisan, Menjaga Perasaan
- 18 Sep 2026 13:04 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak-Dalam budaya Melayu, berbicara bukan sekadar menyampaikan kata-kata, tetapi juga mencerminkan adab dan kepribadian seseorang. Cara bertutur diharapkan dapat menunjukkan rasa hormat kepada orang lain, terutama kepada orang yang lebih tua.
Masyarakat Melayu dikenal menjunjung tinggi kesantunan dalam berkomunikasi. Pemilihan kata, intonasi suara, dan cara menyampaikan pendapat menjadi penting agar pembicaraan tidak menyinggung atau melukai perasaan orang lain.
Adab berbicara juga mengajarkan seseorang untuk berpikir sebelum berkata. Perkataan yang benar sekalipun perlu disampaikan dengan cara yang baik dan pada waktu yang tepat. Dengan demikian, pesan dapat diterima tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan ketika berbicara dengan keluarga, tetangga, maupun dalam lingkungan masyarakat. Mendengarkan ketika orang lain berbicara, tidak memotong pembicaraan, serta menghindari kata-kata kasar merupakan bentuk penghormatan kepada lawan bicara.
Nilai kesantunan Melayu juga tetap relevan di era digital. Saat berkomunikasi melalui media sosial, masyarakat perlu berhati-hati dalam menulis komentar agar tidak menimbulkan konflik dan menyakiti orang lain.
Menjaga lisan pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana seseorang berbicara, tetapi juga bagaimana menghargai sesama. Adab yang diwariskan menjadi pengingat bahwa kata-kata santun dapat menciptakan keharmonisan dan mempererat persaudaraan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....