Peribahasa “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”

  • 27 Agt 2026 08:19 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak-Peribahasa “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” merupakan salah satu ungkapan yang sangat dikenal dalam budaya Melayu. Peribahasa ini mengandung pesan agar seseorang menghormati adat, aturan, serta kebiasaan yang berlaku di tempat ia berada. Nilai tersebut menjadi pedoman penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Makna peribahasa ini tidak hanya berkaitan dengan adat dan budaya, tetapi juga tentang sikap menghargai orang lain. Ketika seseorang berada di lingkungan baru, ia perlu memahami kebiasaan masyarakat setempat agar dapat bergaul dengan baik. Sikap menghormati perbedaan menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang harmonis.

Dalam kehidupan sehari-hari, penerapannya dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana. Misalnya, menghormati tata krama masyarakat setempat, menjaga ucapan, serta mengikuti aturan yang berlaku. Dengan bersikap demikian, seseorang menunjukkan bahwa dirinya mampu menempatkan diri di tengah lingkungan sosial yang berbeda.

Peribahasa ini juga relevan bagi masyarakat Indonesia yang memiliki beragam suku, bahasa, dan tradisi. Seseorang dapat membawa identitas budayanya sendiri, tetapi tetap perlu menghargai budaya masyarakat di tempat ia tinggal. Keberagaman bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan untuk belajar dan mengenal satu sama lain.

Di era digital, pesan tersebut semakin penting karena interaksi tidak lagi terbatas pada lingkungan sekitar. Media sosial mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang. Karena itu, sikap menghargai perbedaan perlu diterapkan bukan hanya dalam kehidupan nyata, tetapi juga dalam berkomunikasi di ruang digital.

Pada akhirnya, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” mengajarkan tentang kemampuan menghormati tempat, adat, dan masyarakat di sekitar kita. Peribahasa ini menjadi warisan budaya yang sederhana, tetapi memiliki nilai kehidupan yang kuat. Semangatnya tetap relevan untuk membangun masyarakat yang saling menghargai di tengah keberagaman Indonesia.

Baca juga: Nasihat Orang Tua dalam Balutan Pantang Larang Tradisional

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....