Workshop Tari Kontemporer Dorong Pengembangan Talenta Seni di Kalbar

  • 23 Agt 2026 16:03 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Kesenian Tari Kontemporer
  • Waorkshop Kesenian
  • UPT Taman Budaya Kalbar

RRI.CO.ID, Pontianak – Workshop Kesenian Tari Kontemporer bertajuk “Tubuh Jujur di Ruang Publik” digelar di UPT Taman Budaya, Kalimantan Barat, Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk mengenal sekaligus mengembangkan kemampuan dalam seni tari kontemporer.

Workshop menghadirkan pemateri, Firsi Juniantha, panggilan akrabnya Anta, memperkenalkan konsep tari kontemporer melalui pendekatan dasar gerak dan kejujuran tubuh sebelum peserta memasuki pembahasan mengenai ide maupun konsep dalam karya.

Anta menjelaskan, tari kontemporer memiliki beragam pendekatan. Dalam workshop ini, ia menawarkan pemahaman mengenai tari kontemporer berdasarkan versinya, dengan fokus awal pada visual gerak, pemahaman gerak, serta bagaimana menyusun pola dalam sebuah karya tari.

Menurutnya, tema “Tubuh Jujur di Ruang Publik” menekankan pentingnya mengenali dan memahami tubuh sebagai dasar dalam tari kontemporer. “Pengenalan pertama tari kontemporer adalah kejujuran ketubuhan mereka dulu. Belum bicara ideologi dan konsepnya tari kontemporer,” ujar Anta, saat ditemui lepas kegiatan.

Anta menambahkan, salah satu keunikan tari kontemporer adalah dapat melibatkan orang-orang dari berbagai latar belakang. Karena itu, workshop tidak hanya diikuti oleh penari, tetapi juga guru seni budaya, pelajar, mahasiswa seni, hingga ibu rumah tangga.

Anta menilai keberagaman latar belakang tersebut justru menjadi kekuatan dalam proses kreatif. Para peserta dapat berkolaborasi dan menghasilkan karya meski memiliki pengalaman yang berbeda dalam dunia tari.

Sementara itu, Kepala UPT Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat, Gabriel, mengatakan workshop diikuti 37 peserta dari berbagai daerah. Jumlah tersebut melampaui target awal sebanyak 30 peserta.

Peserta mengikuti kegiatan melalui sistem open call, sehingga masyarakat dengan berbagai latar belakang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi.

Gabriel menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Taman Budaya Kalimantan Barat dalam mengembangkan manajemen talenta sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang seni, khususnya seni tari.

“Kita berharap sepulang dari workshop ini, mereka bertambah wawasannya, bertambah keterampilannya, sehingga itu dapat menjadi stimulus bagi proses-proses kreatif mereka di lingkungan masing-masing maupun di komunitas mereka,” kata Gabriel.

Menurut Gabriel, hasil presentasi dan testimoni peserta menunjukkan adanya berbagai pengetahuan dan pengalaman baru yang diperoleh selama workshop. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap perkembangan seni pertunjukan di Kalimantan Barat.

Gabriel juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia seni, yang pada akhirnya turut mendukung perkembangan serta pelestarian kebudayaan di Kalimantan Barat.

Baca juga: Seniman Kalbar Dorong Kemudahan Pencatatan Hak Cipta Karya Seni⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....