Robo'-Robo' di Kuale Parit Nenas, Momen Sakral dan Nilai Spiritual Keagamaan

  • 12 Agt 2026 12:41 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Ratusan warga menghadiri acara Robo'-Robo' di Kuale Parit Nenas, Kecamatan Pontianak Utara, Rabu, 12 Agustus 2026.
  • Wakil Wali Kota Bahasan dan Wali Kota Pontianak menghadiri acara yang diselenggarakan di dua lokasi berbeda: Pontianak Utara dan Pontianak Timur.
  • Pemerintah Kota Pontianak membagi kehadiran untuk memastikan dapat hadir membersamai seluruh elemen masyarakat tanpa ada unsur persaingan.

RRI.CO.ID, Pontianak — Ratusan warga menghadiri acara Robo'-Robo' yang dipusatkan di kawasan Kuale Parit Nenas atau teras parit nanas, Kecamatan Pontianak Utara, Rabu, 12 Agustus 2026. Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menjelaskan, pada kesempatan yang sama acara Robo'-Robo' juga digelar di Banjar Serasan, Pontianak Timur yang juga dihadiri Wali Kota Pontianak pembagian kehadiran ini dilakukan agar pemerintah dapat hadir membersamai seluruh elemen masyarakat tanpa ada unsur persaingan.

"Jadi Pak Wali hadir di Pontianak Timur, saya di Pontianak Utara. Bukan tandingan, tapi sama-sama menghadiri. Tidak ada tandingan-tandingan, tapi harus kita bersama-sama, ini semuanya masyarakat Kota Pontianak," ujar Bahasan.

Lebih lanjut, Bahasan menekankan bahwa peringatan Robo'-Robo' merupakan peninggalan leluhur bangsa, khususnya dari suku Bugis dan Melayu di Provinsi Kalimantan Barat. Kendati demikian, tradisi ini juga memiliki akar keimanan dalam ajaran Islam yang dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Safar yang diidentikkan pula dengan tradisi Rebo Wekasan bagi masyarakat Jawa atau Rabu Dibudih bagi masyarakat Madura.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak memaknai tradisi ini sekadar sebagai acara seremonial atau bersuka ria semata, melainkan sebagai momentum spiritual yang sarat akan makna keagamaan.

"Bahwa ini tidak hanya seremoni peringatan bersukaria, namun ini terkandung makna bagaimana di peringatan hari Robo'-Robo' ini kita bermunajat kepada Allah. Pertama, memohon doa selamat dunia akhirat dengan tetap membangun silaturahmi di antara kita bersama," ungkap Bahasan.

Poin kedua dari perayaan ini adalah wujud rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, yang dulunya lekat dengan tradisi para petani, nelayan, dan pedagang sebagai tanda syukur.

Melalui momentum budaya ini, Bahasan juga mengajak seluruh warga Kota Pontianak untuk senantiasa menjaga kerukunan, kedamaian, dan ketenteraman bersama. Mengingat Pontianak dihuni oleh berbagai latar belakang suku dan etnis yang tergabung dalam Paguyuban Merah Putih.

"Karena sejatinya Kota Pontianak terdiri dari berbagai macam suku, yaitu ada 28 suku etnis yang ada di Kota Pontianak. Mudah-mudahan kita di Pontianak ini yang insya Allah sudah sangat kondusif, ini terus terpelihara," tegasnya.

Bahasan menambahkan, menjaga kondusifitas wilayah bukanlah tugas eksklusif pemerintah atau aparat penegak hukum saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Sebagai upaya mendongkrak perekonomian lokal dan melestarikan budaya, Bahasan turut menyampaikan rencana pengembangan konsep acara di masa mendatang. Ke depannya, perhelatan tradisi Robo'-Robo' di Kuale Parit Nenas direncanakan akan dikemas dengan lebih meriah serta melibatkan partisipasi aktif para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....