Mahasiswa Untan Hadirkan FlexyBag 2.0 Berbahan Limbah Daur Ulang
- 05 Agt 2026 21:03 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Berawal dari Program Kreativitas Mahasiswa PKM, tim mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) kembali mengembangkan inovasi ramah lingkungan melalui FLEXYBAG 2.0, tas multifungsi transformable 9-in-1 berbahan daur ulang sampah plastik dan limbah tekstil yang dipadukan dengan motif Tidayu sebagai identitas budaya Kalimantan Barat. Inovasi tersebut berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diumumkan pada 23 Mei 2026 dan kini tengah menjalani tahapan seleksi menuju kompetisi nasional.
FLEXYBAG 2.0 merupakan pengembangan dari inovasi yang sebelumnya diikutsertakan dalam PKM. Pada P2MW, tim menyempurnakan produk dengan menambahkan motif Tidayu sebagai identitas budaya, memanfaatkan limbah kain perca sebagai bahan tambahan, serta menghadirkan konsep transformable 9-in-1 untuk mengurangi konsumsi produk fashion secara berlebihan.
Perwakilan tim, Dwi Rosita Meliani, mengatakan inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada pemanfaatan limbah, tetapi juga mengajak masyarakat mengurangi konsumsi produk fashion secara berlebihan.
"Inovasi yang kami bawa di P2MW yaitu mengangkat budaya melalui motif Tidayu pada tas sebagai identitas budaya Indonesia. Kami juga membuat produk ini transformable 9-in-1 sehingga dapat mengurangi konsumsi berlebih untuk pembelian produk. Selain itu, kami menggunakan kain perca dalam pembuatannya agar barang yang tidak terpakai menjadi lebih bermanfaat dan bernilai," ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia juga mengatakan, tim memilih mengangkat isu sampah plastik karena berdasarkan data Indonesia masih menghadapi persoalan penumpukan sampah plastik yang berdampak buruk terhadap lingkungan. Sementara itu, motif Tidayu dipilih karena merupakan representasi keberagaman budaya Tionghoa, Dayak, dan Melayu yang menjadi identitas khas Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.
Tim FLEXYBAG terdiri atas lima mahasiswa, yakni tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan, satu mahasiswa Teknik Lingkungan, dan satu mahasiswa Pembangunan Sosial FISIP Untan. Selama proses pengembangan inovasi, tim didampingi dosen pembimbing Program Studi Manajemen FEB Untan, Ana Fitriana.
Setelah dinyatakan lolos pendanaan P2MW, tim akan mengikuti tahapan presentasi pada bulan Agustus 2026 sebelum pengumuman peserta yang diundang ke kompetisi tingkat nasional pada September 2026. Melalui pengembangan FLEXYBAG 2.0, tim berharap produk tersebut mampu memperkenalkan budaya melalui motif Tidayu sekaligus memanfaatkan sampah plastik dan kain perca bekas menjadi produk yang bernilai.
Baca juga: Untan Cetak Lulusan Perdana Pendidikan Profesi Arsitek di Kalimantan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....