Penggiat Dorong Generasi Muda Lestarikan Seni Tundang Melayu
- 25 Jul 2026 15:05 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Pembina Ektrakurikuler Seni Tundang Melayu MAN 1 Pontianak, Ferri Nata Wardani, menilai keberadaan seni Tundang di kalangan generasi muda masih memerlukan perhatian serius. Minimnya pemahaman pelajar terhadap kesenian tradisional Melayu tersebut mendorong lahirnya Festival Tundang Melayu tingkat pelajar SMP dan MTs se-Kota Pontianak sebagai upaya pelestarian budaya.
Ferri mengatakan, seni Tundang yang berasal dari Kabupaten Mempawah dan dipopulerkan almarhum Edy Ibrahim atau Pak Suyiem kini mulai jarang dikenal oleh generasi muda. Kondisi itu menjadi alasan utama digelarnya festival yang mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI.
"Kalau kita melihat perkembangannya saat ini memang agak miris. Banyak generasi muda yang belum mengenal apa itu Tundang. Karena itu kami ingin menghadirkan kembali dan mengenalkan budaya Tundang kepada para pelajar melalui festival ini," ujar Ferri, Jum’at, 24 Juli 2026.
Menurutnya, festival yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus wadah bagi pelajar untuk mengenal seni pantun berdendang khas Melayu sejak dini.
Selain mengenalkan kesenian tradisional, kegiatan itu juga bertujuan membangun kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan budaya modern.
Ferri menjelaskan, panitia telah mengirimkan undangan kepada 50 SMP dan MTs se-Kota Pontianak serta menyiapkan petunjuk teknis perlombaan dan dewan juri profesional. Hingga kini, berbagai sekolah mulai menunjukkan antusiasme dengan mengajukan pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan festival.
Menurut Ferri, semakin sering seni Tundang dipentaskan maupun diperlombakan, semakin besar peluang tumbuhnya minat generasi muda untuk mempelajari kesenian tersebut.
"Semakin sering diadakan kegiatan seperti ini, semakin bergairah pelajar untuk ikut. Yang paling penting bukan jumlah pesertanya, tetapi bagaimana seni Tundang kembali dikenal, dilestarikan, dan menjadi media edukasi budaya Melayu bagi generasi muda," katanya.
Festival Tundang Melayu tingkat pelajar SMP dan MTs se-Kota Pontianak akan digelar dengan syarat peserta merupakan siswa aktif yang dibuktikan melalui surat keterangan sekolah atau kartu pelajar. Panitia berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya regenerasi pelaku seni Tundang sekaligus memperkuat pelestarian budaya Melayu di Kalimantan Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....