Diaman Bulatn: Hari-hari Pantang Kerja Ladang Menurut Pengetahuan Dayak Kanayatn
- 24 Jul 2026 08:47 WIB
- Pontianak
Penulis: Tim Peneliti Dayakologi
Diaman Bulatn
Diaman bulatn atau hari larangan kerja dalam bulan, adalah salah satu bentuk pengetahuan yang diyakini, sehingga membentuk mode atau tatanan perilaku perladangan di Masyarakat Adat Dayak Kanayatn. Diaman bulatn ialah waktu atau hari/tanggal tertentu (dalam penanggalan Cina) yang dipantangkan, karena diyakini dapat mengakibatkan hal bersifat negatif atau kurang menguntungkan. Istilah dan maknanya dapat dibaca dalam tabel berikut.

Nama dan Makna Hari Diaman Bulatn
a. Segol (jatuh tanggal satu Cina)
Segol diyakini sebagai hari yang menjadi hak binatang. Artinya apabila aktivitas atau kegiatan (nebas, nebang dan nugal) dilakukan pada tanggal satu Cina, maka hasilnya tidak dapat diharapkan banyak, karena semua tanaman yang diusahakan atau ditanam pada hari tersebut dianggap sebagai hak binatang.
b. Kadakng Tampil (bulan pertama muncul, tanggal 8 dan 9 Cina)
Kadakng Tampil bermakna: (1) penebangan yang dilakukan tanggal 8 dan 9 Cina tidak menguntungkan, karena ada dua kemungkinan yang akan terjadi, yakni: pertama kayu yang ditebang akan melengkung (kedakng), dan kedua, jika dibakar kayu tersebut tidak muda hangus; (2) Penugalan yang dilakukan tanggal tersebut akan menghambat pertumbuhan yang memungkinkan terjadinya popor, artinya benih yang ditanam tidak dan/atau akan tumbuh jarang.
c. Kira (jatuh tanggal 13 Cina)
Pelanggaran terhadap hari ini mempengaruhi perkembangan buah tanaman. Padi yang ditanam pada tanggal 13, akan berbuah lamban dan hasil panen sulit diperkirakan, karena buah yang terlihat bagus ternyata tidak berisi.
d. Bujakng (jatuh tanggal 14 Cina)
Bujakng berarti bujang. Jadi pekerjaan yang dilakukan pada tanggal ini berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan. Padi yang ditanam akan tumbuh subur tetapi tidak mau berbuah (sepertinya bujang terus), dan walaupun berbuah tangkainya kecil. Dalam idiom setempat keadaan tanaman seperti itu dinamakan kaeloatn atau terlampau subur, sehingga tidak mau berbuah.
e. Karinama Panuh atau Rarak (tanggal 15 Cina)
Menurut masyarakat di Binua Kaca’, bentuk bulan Karinama sama dengan purnama. Menurut pengetahuan mereka, penggarapan lahan atau penanaman yang dilakukan pada tanggal ini tidak menguntungkan. Pelanggaran terhadap keyakinan ini akan berakibat terhadap pertumbuhan benih. Menurut kepercayaan, benih yang ditanam tumbuhnya akan jarang.
f. Pauh (tejadi tanggal 16 Cina)
Bentuk bulan pada saat pauh terlihat seperti buah asam (asam pauh). Tanah yang diolah pada tanggal ini akan menjadi masam (kadar asamnya meningkat), sehingga berpengaruh bagi pertumbuhan padi yang ditanam.
g. Ngantukng dan Ngaluakng (jatuh tanggal 17 Cina)
Akibat yang akan terjadi jika dilakukan pelanggaran pada tanggal ini adalah: (1) Pertumbuhan akar tidak baik, pendek-pendek karena itu disebut ngantukng, sehing-ga padi yang tumbuh akan mudah tumbang (rabah), atau gampang mati walaupun hari tidak terlalu panas. (2) Benih yang ditanam tumbuhnya mengelompok seperti kalong, atau ngaluakng.
h. Kadakng Pulakng (jatuh pada tanggal 22 Cina)
Akibat yang timbuh karena pelanggaran kadakng pulakng adalah popor. Artinya padi yang ditanam sama sekali tidak tumbuh atau tumbuh sangat jarang sekali.
i. Tungul Kadakng (jatuh pada tanggal 23 Cina)
Pelanggaran terhadap hari ini akan berakibat pada kelangsungan hidup padi. Maksudnya walaupun padi tumbuh subur, akan tetapi sampai saatnya akan diserang hama secara masif, sehingga hanya akan meninggalkan tunggulnya atau tungulnya.
j. Ngalalah Mati (labuh tanggal 29 Cina)
Kelangsungan padi yang digarap pada tanggal ini sangat sulit. Dapat diartikan hidup segan mati tak mau. Jika hidup penuh keluhan (ngalalah), sehingga mudah terkena serangan penyakit.
k. Ngalalah Hidup atau Kabat (labuh tanggal 30 Cina)
Dalam usaha perladangan, kegiatan yang dilakukan pada tanggal tersebut tidak terlalu berpengaruh, akan tetapi berpengaruh pada kehidupan keluarga yang tidak menentu. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa setiap diaman bulatn berkaitan de-ngan tanggal, oleh sebab itu sebelum masyarakat mengenal penanggalan, hari diaman bulatn mereka tentukan menurut bentuk bulan seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Baca juga: Seperti Apa Potensi Hutan Adat di Kalbar?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....