Tren Memakai Kain Corak Insang di Kalangan Gen Z: Wastra Lokal Jadi Identitas Urban
- 29 Jun 2026 19:22 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kain Corak Insang yang semula didominasi penggunaannya pada upacara adat dan pakaian resmi kedinasan, kini mengalami pergeseran fungsi yang signifikan di tangan generasi muda Pontianak. Generasi Z kini menjadikan wastra khas Melayu Pontianak tersebut sebagai bagian integral dari gaya hidup urban sehari-hari.
Fenomena ini terlihat jelas di berbagai ruang publik, mulai dari pusat kreativitas, kawasan Waterfront Kapuas, hingga deretan kedai kopi modern di sepanjang Jalan Gajah Mada. Helai demi helai kain bermotif lekukan insang ikan ini tidak lagi nampak kaku, melainkan bertransformasi menjadi berbagai produk fesyen siap pakai seperti outer longgar, kemeja kasual, rompi, hingga aksesoris tas dan topi.
Rejuvenasi kultural ini dipicu oleh kesadaran baru mengenai pentingnya identitas lokal di tengah arus globalisasi. Melalui sentuhan desain yang lebih minimalis dan pemilihan material yang lebih ringan serta nyaman untuk iklim tropis khatulistiwa, kain tradisional ini berhasil melebur dengan estetika berpakaian modern yang kasual.
Di samping aspek estetika, tren ini juga didorong oleh ekosistem industri kreatif lokal yang makin adaptif. Para desainer muda dan jenama lokal di Pontianak secara konsisten merilis koleksi berkala yang mengombinasikan motif Corak Insang dengan potongan pakaian bergaya streetwear. Langkah ini memperluas aksesibilitas kain tradisional, sehingga tidak lagi dipandang sebagai pakaian yang berjarak dari realitas kehidupan anak muda.
Melalui adopsi fesyen ini, Kain Corak Insang terbukti melampaui sekat pelestarian yang pasif. Penggunaan secara masif dalam aktivitas sehari-hari menunjukkan bahwa warisan budaya dapat bertahan hidup secara dinamis jika terus diberi ruang untuk relevan dengan perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....