Kenapa Kita Suka Menunda Pekerjaan

  • 24 Jun 2026 13:30 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pernahkah Anda menunda suatu pekerjaan dengan prinsip “ah, nanti saja, toh deadline-nya masih minggu depan”? Alhasil, saat hari H tiba, Anda panik setengah mati dan mengerjakan semuanya dengan sistem kebut semalam.

Kebiasaan menunda pekerjaan, atau yang secara ilmiah disebut procrastination, sering kali dicap sebagai bentuk kemalasan. Namun, benarkah demikian?

Para ahli psikologi sepakat bahwa menunda-nunda sebenarnya bukan masalah malas atau manajemen waktu yang buruk. Fenomena ini lebih erat kaitannya dengan ketidakmampuan mengelola emosi dan suasana hati (mood).

Pertarungan Logika vs Emosi

Di dalam otak manusia, terdapat "perang" konstan antara dua wilayah utama saat dihadapkan pada tugas yang sulit. Wilayah pertama adalah sistem limbik, bagian otak kuno yang menginginkan kesenangan instan dan cenderung menghindari ketidaknyamanan.

Wilayah kedua adalah korteks prefrontal, bagian otak yang lebih modern dan bertanggung jawab atas perencanaan jangka panjang serta keputusan logis.

Saat Anda melihat tumpukan laporan yang membosankan, sistem limbik langsung bereaksi negatif. Otak mendeteksi tugas tersebut sebagai "ancaman" terhadap rasa nyaman Anda.

Akibatnya, otak memilih kabur mencari hiburan instan, seperti menonton video pendek di media sosial atau membersihkan meja kerja yang sebenarnya tidak kotor-kotor amat.

Mengapa "Nanti Saja" Terasa Nikmat?

Secara psikologis, menunda memberikan kelegaan instan. Saat Anda memutuskan untuk tidak mengerjakan tugas sekarang, stres yang Anda rasakan langsung hilang seketika. Otak menerima hadiah berupa rasa rileks sementara.

Sayangnya, kelegaan ini palsu. Rasa bersalah dan kecemasan justru akan menumpuk dan meledak saat tenggat waktu semakin dekat.

Selain masalah emosi, sifat perfeksionisme juga sering menjadi pemicu. Banyak orang menunda karena takut hasil kerjanya tidak sempurna. Rasa takut gagal ini membuat mereka memilih untuk tidak memulainya sama sekali.

Memutus Rantai Procrastination

Menunggu mood atau motivasi datang untuk mulai bekerja adalah sebuah jebakan. Motivasi sering kali justru baru muncul setelah kita mulai bergerak.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Langkah paling sederhana adalah dengan menggunakan teknik "5 Menit". Paksa diri Anda untuk mengerjakan tugas tersebut hanya dalam waktu lima menit.

Setelah melewati lima menit pertama, biasanya otak akan menyesuaikan diri dan rasa malas itu perlahan berkurang. Selain itu, pecah tugas yang besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah diselesaikan agar otak tidak merasa terintimidasi.

Jadi, ketika dorongan untuk berkata "nanti aja deh" itu muncul kembali, sadarilah bahwa itu hanyalah trik otak Anda yang sedang mencari jalan pintas untuk bersenang-senang.

Baca juga: Menolak Suntuk: 5 Cara Kreatif dan Produktif untuk Mengusir Rasa Bosan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....