Gawai Nyobeng ”Nibakng" Dayak Bidayuh Sebujit

  • 23 Jun 2026 09:33 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Bengkayang - Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti Desa Hli Buei, Kecamatan Siding, saat masyarakat Dayak Bidayuh Sebujit menggelar perayaan adat Gawia Nibakng (Nyobeng) Senin, 15 Juni 2026. Tradisi sakral ini menjadi salah satu warisan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Dayak Bidayuh di Kabupaten Bengkayang.

Mengusung tema “Nyobeng (Nibakng) sebagai Warisan Leluhur, Berakar dalam Tradisi, Tumbuh dalam Kebersamaan”, perayaan ini tidak sekadar seremoni adat, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Selain itu, Nyobeng menjadi ungkapan syukur atas panen yang berlimpah serta doa kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan berkah yang diberikan kepada masyarakat.

Perayaan yang berlangsung meriah ini juga menjadi momentum penting untuk meneguhkan kesadaran kolektif akan pentingnya melestarikan kearifan lokal. Nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur, seperti pengetahuan tradisional dalam mengelola lahan, menjaga keseimbangan alam, serta pemanfaatan sumber daya secara bijak, menjadi modal utama dalam mendukung kemandirian pangan, khususnya di wilayah perbatasan.

Hal ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya poin kedua yang menekankan pentingnya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional. Dengan demikian, pelestarian adat dan budaya tidak hanya menjaga jati diri bangsa, tetapi juga berperan strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Gawai Nyobeng dapat terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat.

“Pelaksanaan gawai nyobeng (nibakng) menjadi bukti bahwa adat, budaya, dan pembangunan dapat berjalan seiring dan saling menguatkan, selaras dengan misi Kabupaten Bengkayang dalam meningkatkan kualitas SDM, tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, serta pelestarian lingkungan dan budaya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa adat dan budaya harus menjadi benteng pertahanan nilai yang mampu memperkokoh jati diri masyarakat, sekaligus menjadi warisan luhur bagi generasi penerus.

Perayaan Gawia Nibakng (Nyobeng) di Desa Hli Buei pun menjadi cerminan nyata bahwa kekuatan tradisi lokal mampu berjalan beriringan dengan pembangunan, menciptakan harmoni antara budaya masyarakat hingga lintas negara. (Diskominfo Bengkayang/LR/MR/FM)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....