Tak Hanya Pentas Budaya, PGD ke-40 akan Usung Seminar Bahas Isu Strategis
- 14 Mei 2026 17:52 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- PGD ke-XL
- Pekan Gawai Dayak
- Seminar Strategis
RRI.CO.ID, Pontianak - Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-XL (40) Kalimantan Barat, Thomas Aleksander, menegaskan pentingnya posisi Kalimantan Barat sebagai daerah strategis nasional, terutama sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah perbatasan langsung dengan Malaysia.
Menurut Thomas, Kalimantan Barat sudah selayaknya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Hal itu menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan Pekan Gawai Dayak yang tidak hanya menampilkan budaya, tetapi juga membahas isu-isu strategis melalui seminar.
“Kalbar merupakan bagian penting dari Republik Indonesia. Kita adalah penyangga IKN dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Karena itu, sudah sewajarnya Kalbar mendapat perhatian khusus,” ujarnya, saat konferensi pers PGD ke-XL (40), Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, rangkaian Pekan Gawai Dayak ke-40 yang akan berlangsung dari tanggal 15 - 24 Mei 2026 di Rumah Radakng ini, diawali dengan upacara adat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi masyarakat Dayak yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut merupakan bagian dari kehidupan masyarakat adat, khususnya sebagai bentuk syukur pascapanen.
“Upacara adat Dayak sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, mulai dari tingkat kampung hingga provinsi. Di beberapa daerah juga dikenal dengan istilah naik dango,” kata Thomas.
Selain upacara adat, panitia juga menggelar seminar yang disebut sebagai titik masuk untuk menjembatani berbagai persoalan aktual maupun tantangan yang akan dihadapi Kalimantan Barat ke depan, terutama berkaitan dengan pembangunan IKN. Thomas mengatakan, seminar tersebut akan membahas keterlibatan masyarakat Kalimantan dalam pembangunan IKN, termasuk kesiapan sumber daya manusia lokal.
“Kita ingin memastikan apakah masyarakat Kalimantan dilibatkan atau tidak dalam pembangunan IKN. Kalau dilibatkan, seperti apa bentuknya. Kita juga memiliki banyak akademisi, profesor, doktor, dan tenaga ahli yang siap membantu pemerintah pusat menyukseskan IKN,” katanya.
Dari seminar tersebut, panitia menargetkan lahir sedikitnya 10 rekomendasi yang nantinya akan disampaikan kepada Presiden, Wakil Presiden, maupun Menteri Sekretaris Negara.
“Rekomendasi hasil seminar tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi akan kami bawa ke pemerintah pusat agar dipelajari dan menjadi bahan pertimbangan,” tegasnya.
Thomas juga menyoroti ketahanan ekonomi masyarakat adat Dayak yang dinilai masih kuat karena mampu memanfaatkan sumber daya alam dan pangan lokal secara mandiri. Menurutnya, masyarakat Dayak memiliki berbagai sumber pangan tradisional seperti ubi kayu, ubi jalar, pisang, hingga talas yang menopang kebutuhan hidup sehari-hari.
“Kami ingin potensi pangan lokal dan kekayaan alam ini terus diperkenalkan dan dikembangkan agar semakin dikenal masyarakat luas,” katanya.
Selain seminar, Pekan Gawai Dayak juga akan menampilkan berbagai pentas seni dan budaya sebagai upaya mengaktualisasikan serta memperkenalkan budaya Dayak kepada masyarakat luas. Thomas menilai, selama ini banyak potensi budaya Dayak belum terekspos maksimal karena kurangnya dukungan dan ruang untuk berkembang.
“Kami ingin budaya Dayak tampil ke depan dan semakin dikenal masyarakat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....