Permainan Tradisional di tengah Dominasi Gadget

  • 13 Mei 2026 12:05 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Di era digital seperti sekarang, penggunaan gadget telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Anak-anak hingga orang dewasa banyak menghabiskan waktu dengan HP, medsos, maupun game online. Meski membawa banyak manfaat, terutama bidang komunikasi dan pendidikan, teknologi juga memiliki dampak lainnya.

Pesatnya teknologi menjadikan permainan tradisional mulai jarang dimainkan dan perlahan terlupakan oleh generasi muda. Permainan tradisional memiliki nilai budaya, kearifan lokal, serta didikan moral yang sangat penting. Berbagai permainan seperti congklak, petak umpet, gobak sodor, layang-layang, engklek, hingga gasing merupakan warisan budaya turun-temurun.

Permainan tradisional bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga mengandung nilai kerja sama, sportivitas, kejujuran, kreativitas, dan kebersamaan. Sementara permainan digital cenderung dimainkan individual, permainan tradisional mengajak anak-anak berinteraksi langsung dengan teman sebaya.

Dari permainan tradisional, anak belajar berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, serta menyelesaikan masalah bersama. Aktivitas fisik yang dilakukan saat bermain juga membantu menjaga kesehatan tubuh dan perkembangan motorik anak.

Dominasi gadget membuat banyak anak lebih memilih bermain game online dibandingkan bermain permainan tradisional. Waktu yang dihabiskan di depan layar semakin meningkat, sehingga interaksi sosial menjadi berkurang. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pelestarian budaya lokal.

Untuk melestarikan permainan tradisional, orang tua maupun sekolah dapat mengenalkannya kepada anak sejak dini. Lembaga pendidikan bisa mengadakan kegiatan budaya atau lomba permainan tradisional agar siswa lebih mengenal warisan budaya bangsa. Pemerintah dan komunitas budaya berperan memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada masyarakat luas melalui media sosial.

Di tengah dominasi gadget, permainan tradisional dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial di dunia maya sekaligus menjaga identitas budaya bangsa. Dengan melestarikan permainan tradisional, generasi muda selain mendapatkan hiburan, juga belajar menghargai nilai-nilai budaya warisan leluhur.

Pada akhirnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat masyarakat melupakan budaya sendiri. Gadget dapat digunakan secara bijak tanpa harus meninggalkan permainan tradisional. Keseimbangan antara teknologi modern dan pelestarian budaya mestinya berjalan selaras agar warisan budaya tetap hidup untuk generasi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....