Menelusuri Sejarah Rumah Radakng Saham: Simbol Kebersamaan Suku Dayak Kanayatn
- 05 Mei 2026 12:49 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID,Pontianak - Di tengah modernisasi yang merambah hingga ke pelosok desa, berdiri sebuah bangunan kayu raksasa yang tetap kokoh menyimpan memori kolektif masyarakat Dayak Kanayatn. Rumah Radakng Saham, yang terletak di Desa Saham, Kecamatan Pahauman, Kabupaten Landak, bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah monumen sejarah yang masih berdenyut hingga hari ini.
Rumah panjang atau Radakng ini tercatat sebagai salah satu yang tertua dan terpanjang di Kalimantan Barat yang masih asli dan dihuni secara turun-temurun.
Berawal dari Kebutuhan Perlindungan
Sejarah Rumah Radakng Saham tidak lepas dari pola hidup nenek moyang suku Dayak Kanayatn di masa lampau. Konon, rumah ini dibangun secara gotong royong sebagai bentuk pertahanan diri terhadap ancaman binatang buas dan perselisihan antarkelompok. Dengan bentuk panggung yang sangat tinggi, masyarakat merasa lebih aman saat beristirahat di malam hari.
Struktur bangunan yang memanjang mencerminkan filosofi keterbukaan dan kebersamaan. Di sini, setiap keluarga memiliki unit kamar (panto) sendiri, namun tetap terhubung oleh satu selasar panjang yang luas, tempat segala aktivitas sosial dilakukan secara kolektif.
Arsitektur yang Bernapas
Dibangun pada abad ke-19, material utama Rumah Radakng Saham adalah kayu ulin atau kayu besi yang terkenal tahan lama. Tiang-tiang penyangga yang besar dan atap yang tinggi memungkinkan sirkulasi udara tetap terjaga meski dihuni oleh puluhan kepala keluarga.
Setiap sudut bangunan memiliki makna filosofis. Tangga kayu yang digunakan untuk masuk ke rumah biasanya berjumlah ganjil, yang dipercaya membawa keberuntungan dan keselamatan bagi para penghuninya.
Pusat Tradisi dan Upacara Adat
Hingga saat ini, Rumah Radakng Saham tetap menjadi titik sentral pelaksanaan berbagai tradisi besar seperti Naik Dango dan Gawai Dayak. Di selasar panjang inilah, masyarakat berkumpul untuk memanjatkan syukur kepada Jubata (Tuhan) atas hasil panen yang melimpah, sekaligus merawat tali silaturahmi antarwarga.
Bagi wisatawan, berkunjung ke Rumah Radakng Saham adalah kesempatan langka untuk melihat "museum hidup". Wisatawan tidak hanya melihat bangunan fisik, tetapi juga bisa merasakan keramah-tamahan penghuninya yang masih memegang teguh adat istiadat leluhur.
Menjaga Warisan untuk Masa Depan Meskipun kini banyak warga yang sudah membangun rumah tinggal modern di sekitarnya, keberadaan Rumah Radakng Saham tetap dijaga sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Landak.
Sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Barat, pelestarian rumah panjang ini menjadi tanggung jawab bersama agar generasi mendatang tetap mengenal akar sejarah dan semangat gotong royong yang diwariskan oleh para leluhur di tanah Pahauman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....