Kenangan lewat Buah Langka: Permata Tersembunyi Nusantara yang Mulai Terlupakan

  • 22 Apr 2026 10:57 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Di balik gemerlap buah impor yang membanjiri pasar modern, Indonesia sebenarnya menyimpan kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Namun, pernahkah Anda merindukan rasa asam-manis buah gowok atau tekstur lembut buah bisbul? Sayangnya, nama-nama ini kini kian asing di telinga generasi muda dan mulai sulit ditemukan di lapak pedagang buah.

Menelusuri keberadaan buah-buahan langka asli nusantara seolah mengajak kita masuk ke mesin waktu. Bagi generasi yang tumbuh di era 80-an atau 90-an, buah-buahan ini bukan sekadar camilan, melainkan bagian dari memori masa kecil yang tumbuh di pekarangan rumah atau hutan sekitar desa.

Ada beberapa "permata tersembunyi" yang kini statusnya kian langka namun memiliki nilai historis dan manfaat yang tinggi:

1. Buah Gowok (Kepa) Buah berukuran kecil dengan warna ungu gelap ini memiliki rasa masam yang segar. Dahulu, gowok sering dijadikan bahan rujak atau sekadar dipetik langsung dari pohonnya. Selain menyegarkan, gowok dikenal kaya akan antioksidan, namun keberadaannya kini terdesak oleh pembangunan lahan pemukiman.

2. Bisbul (Buah Mentega) Sesuai namanya, buah ini memiliki tekstur daging yang lembut seperti mentega dengan aroma yang sangat harum. Kulitnya yang berbulu halus seperti beludru menjadi ciri khas unik. Di beberapa daerah, pohon bisbul kini hanya tersisa di kebun-kebun koleksi atau hutan lindung, padahal rasanya tak kalah dengan buah premium luar negeri.

3. Gandaria Buah yang menjadi ikon Jawa Barat ini memiliki warna kuning cerah saat matang. Selain buahnya yang bisa dimakan langsung, daun mudanya sering dijadikan lalapan oleh masyarakat Sunda. Rasa asamnya yang khas membuat gandaria menjadi campuran sambal yang sangat menggugah selera.

4. Menteng atau Kemundung Dulu, pedagang buah menteng sangat mudah dijumpai di sudut-sudut kota. Buah yang sekilas mirip duku ini memiliki rasa asam yang kuat dengan biji yang besar. Sayangnya, minat pasar yang rendah membuat pohon menteng jarang ditanam kembali, sehingga keberadaannya mulai menghilang dari peredaran.

Kehilangan buah-buahan langka ini bukan hanya berarti kehilangan satu jenis sumber pangan, tetapi juga hilangnya bagian dari identitas budaya kuliner kita. Mengenalkan kembali buah-buahan ini kepada generasi sekarang melalui penanaman di pekarangan atau optimalisasi "apotek hidup" adalah langkah kecil untuk menjaga agar kekayaan nusantara ini tidak sekadar menjadi cerita di buku sejarah.

Mari mulai mencari dan menanam kembali, karena kelezatan asli tanah air tetap tak tergantikan oleh buah dari belahan dunia mana pun.


Baca juga: Ketenangan di Balik Kabut Desa: Mengapa Suasana Pedesaan Selalu Dirindukan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....