Naik Dango sebagai Identitas Budaya Kalbar
- 21 Apr 2026 18:38 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Tradisi Naik Dango kembali digelar di Pontianak sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya daerah. Kegiatan pembukaan Naik Dango ke-3 Tahun 2026 mengangkat tema Ngampar Uma, Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur di Tengah Perubahan Zaman pada Selasa, 21 April 2026.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas masuknya Naik Dango dalam kalender pariwisata dan budaya daerah. Ia menilai langkah tersebut menjadi bentuk komitmen dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya.
“Saya mengapresiasi pemerintah kota Pontianak bersama Dewan Adat Dayak yang telah menetapkan Naik Dango sebagai kalender pariwisata dan budaya,” ujarnya saat diwawancarai usai pembukaan Naik Dango.
Menurutnya, budaya merupakan jati diri yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, pelestarian budaya menjadi hal penting agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Budaya adalah jati diri sebuah bangsa. Masyarakat yang tidak berbudaya akan hilang di dalam zaman,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberagaman dan semangat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, perbedaan justru harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah yang harmonis.
“Kita jaga keberagaman dan semangat toleransi agar Kalimantan Barat menjadi tempat yang aman, damai, dan nyaman untuk semua,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Naik Dango, Vandrektus Derek, menjelaskan bahwa tradisi ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan masyarakat lintas etnis. “Naik Dango ini adalah ungkapan syukur atas hasil panen, sekaligus untuk merajut kebersamaan, terutama di Pontianak yang multi-etnis,” kata Vandrektus.
Ia menambahkan, pelaksanaan Naik Dango diharapkan terus berkembang dengan kualitas yang semakin baik, sehingga dapat memperkuat identitas budaya Kalimantan Barat di tingkat nasional maupun internasional. “Harapannya ke depan semakin meriah dan kualitasnya meningkat, sehingga budaya Kalimantan Barat bisa semakin dikenal luas,” ucapnya.
Baca Juga: Sarat Makna, Ritual Ngampar Bide Tandai Dimulainya Naik Dango ke-3 Pontianak
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....