MABM Gelar Milad ke-29 dan Halal Bihalal 1447 H, Siap Dukung Pemerintah
- 20 Apr 2026 12:34 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Halal Bihalal
- Budaya Melayu
- Milad MABM
RRI.CO.ID, Pontianak - Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Provinsi Kalimantan Barat menggelar acara Milad ke-29 MABM Kalbar sekaligus Halal Bihalal 1447 H di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada Minggu, 19 April 2026. Acara diawali dengan bacaan ayat suci Al Quran dan dilanjutkan pemotongan "Nasi Adab" yang menjadi simbol penguatan silaturahmi sekaligus penegasan identitas budaya Melayu di tengah zaman yang semakin modern.
Ketua Umum MABM Provinsi Kalbar, Prof. Dr. H. Chairil Effendy, M.S., menegaskan komitmen MABM dalam turut membantu pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat.
Ia menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai dinamika sosial di tengah masyarakat. Keterlibatan langsung masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan berbagai program yang dijalankan.
“Kami sebagai perwakilan masyarakat dan organisasi sosial budaya berkomitmen membantu pemerintah, tentu sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Chairil Effendy, usai acara.
Ia juga menjelaskan, dukungan yang diberikan tidak hanya dalam bentuk partisipasi kegiatan, tetapi juga mencakup kontribusi pendanaan, meskipun dengan keterbatasan sumber daya. Dana yang dimiliki organisasi saat ini berasal dari berbagai sumber, seperti hasil penyewaan aset dan kegiatan lainnya,
“Kami memang memiliki dana, meskipun tidak besar. Namun itu tetap kami upayakan untuk mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, bantuan yang diberikan difokuskan pada pembinaan kehidupan sosial dan budaya masyarakat, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh program pemerintah. Melalui langkah ini, MABM berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat nilai-nilai budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan yang turut menghadiri kegiatan ini juga menyampaikan momen Milad dan halal bihalal tersebut dimanfaatkan untuk bersama - sama saling memaafkan. "Kita bersama - sama bersilaturahim, saling memaafkan satu dengan yang lain," terang Gubernur Ria Norsan.
Norsan menyoroti tantangan yang nyata di era digital, seperti masifnya penyebaran disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian, dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia berharap agar MABM menjadi benteng informasi yang positif.
"MABM harus menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu yang luhur dengan masa depan yang modern, jangan biarkan anak kita kehilangan jati diri," tegasnya.
Pada acara Milad ke 29 MABM Kalbar, juga dilaunching Aplikasi Pantun AI dan Launching Buku "Dayak-Melayu, Satu Darah, Dua Dunia" yang ditandai pemukulan Tar secara bersama-sama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....