Nostalgia Masa Kecil: Kehangatan yang Tergeser di Era Digital

  • 20 Apr 2026 07:16 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Di tengah gempuran arus informasi yang serba cepat dan instan, ada ruang di sudut ingatan kita yang merindukan ritme hidup yang lebih lambat. Bagi generasi yang tumbuh sebelum era ponsel pintar mendominasi, kebahagiaan seringkali ditemukan dalam hal-hal sederhana yang kini mulai memudar ditelan kecanggihan teknologi.

Salah satu fragmen memori yang paling melekat adalah ritual hari Minggu pagi. Tanpa perlu on-demand video atau layanan streaming, anak-anak zaman dulu memiliki disiplin diri yang luar biasa hanya demi menunggu deretan kartun favorit di layar kaca. Ada rasa antusiasme yang tulus saat duduk manis di depan televisi sejak pukul 07.00 pagi, sebuah kemewahan waktu yang kini tergantikan oleh algoritma yang bisa dinikmati kapan saja.

Tak hanya soal hiburan, cara kita berkomunikasi pun telah berubah drastis. Dahulu, menulis surat fisik adalah sebuah seni kesabaran. Memilih kertas surat yang harum, merangkai kalimat dengan tinta pen, hingga menempelkan prangko di pojok amplop adalah bentuk investasi perasaan yang mendalam. Menunggu balasan dari kantor pos bisa memakan waktu berhari-hari, namun di sanalah letak seninya: ada rindu yang dipupuk dalam penantian. Kini, semua itu tersingkat dalam hitungan detik melalui pesan instan yang seringkali kehilangan sentuhan personalnya.

Perubahan ini memang membawa kemudahan, namun ada sisi humanis yang perlahan mengabur. Permainan rakyat di lapangan terbuka yang penuh peluh dan tawa kini berganti dengan riuh rendah suara dari balik layar gawai. Sosialisasi yang dulunya dilakukan dengan bertamu dan bertatap muka, kini cukup diwakili oleh ikon hati di media sosial.

Mengingat kembali hal-hal kecil ini bukanlah bentuk penolakan terhadap kemajuan zaman. Sebaliknya, ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa di balik layar yang dingin, kita tetaplah manusia yang membutuhkan koneksi nyata, kesabaran, dan apresiasi terhadap proses.

Mungkin, sesekali kita perlu meletakkan gawai sejenak. Mencoba menulis pesan singkat di atas kertas untuk orang tersayang, atau sekadar menikmati waktu luang tanpa gangguan notifikasi. Karena pada akhirnya, kenangan yang paling menggugah bukanlah apa yang kita lihat di layar, melainkan apa yang kita rasakan dengan hati. "Apa hal yang paling Anda rindukan dari masa kecil sebelum ada internet?"

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....